Home / Nasional / PLTU Bolok Rusak, Pemadaman Bergilir Belum Berakhir

PLTU Bolok Rusak, Pemadaman Bergilir Belum Berakhir

Ilustrasi Gardu PLTU Bolok, Kupang /Foto: Gamaliel
Ilustrasi Gardu PLTU Bolok, Kupang /Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok mengalami kerusakan sejak 4 Februari 2016 yang memaksa PT PLN (persero) Kupang melakukan pemadaman listrik bergilir.

Pemadaman bergilir terpaksa dilakukan karena PLN kehilangan daya sebesar 2,34 megawatt (Mw) pada malam dari total beban puncak malam sebesar 54,09 Mw.

Kekurangan daya pada siang hari mencapai 6,15 Mw dari beban puncak siang sebesar 57,90 Mw.

General Manager PLN Wilayah NTT Richard Safkaur mengatakan terjadi cacat pada komponen ‘Trust Bearing’ PLTU Unit 1. Kerusakan terjadi tiba-tiba akibat gesekan dengan Poros Turbin/Turbine Shaft. “PLN membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk memperbaiki komponen PLTU yang rusak,” ujarnya lewat siaran pers yang diterima lintasntt.com, Rabu (10/2).

Richard mengatakan pemadaman bergilir tidak bisa dihindari akibat defisit daya tersebut. Saat ini tim teknik bekerja keras untuk pemulihan.

Baca Juga :  Rabu, Kapal Feri tidak Berlayar ke Alor dan Sabu

“Manajemen PLN Wilayah NTT menyampaikan permohonan maaf atas kondisi defisit ini, sehingga pemadaman bergilir tidak bisa dihindari. PLN memohon pengertian dari masyarakat atas kejadian ini,” ujarnya.

Ia menyebutkan Perbaikan komponen mesin PLTU yang rusak tersebut, masih menunggu kiriman suku cadang dari daerah lain.
“Suku cadang yang dibutuhkan sudah diusahakan secepatnya didatangkan. Mudah-mudahan cepat tiba di Kupang,” kata Safkaur.

Sewa Mesin

Saat ini PLN tengah ialah mendatangkan tambahan mesin diesel berkapasitas 9 Mw dari total 17 Mw yang direncakan sebelumnya.

Pada 23 Desember 2015, PLN telah mendatangkan mesin diesel berkapasitas 8 Mw untuk mengatasi pemadaman listrik.

Adapun tambahan mesin yang disewa PLN kini dalam perjalanan menggunakan kapal dari Surabaya, Jawa Timur. Kapal yang mengangkut mesin tersebut dijadwalkan tiba 13 Februari 2016.

Baca Juga :  Jokowi 'Gertak' Cina dari KRI Imam Bonjol

Richard mengatakan jika PLTU Unit 1 sudah pulih, dan tambahan mesin sewa sebesar 9 Mw tersebut, maka daya mampu akan bertambah. “Kami berharap dan mohon doanya agar semua yang sudah direncanakan berjalan lancar,” tambah Safkaur.

Kerusakan mesin PLTU Bolok pernah terjadi 13 Agustus 2015 PLTU juga mengalami kebakaran pada Conveyor Supply dan Coal Crusher batu bara yang mengakibatkan pemadaman listrik bergilir berlangsung sampai dua pekan. Kerusakan berikutnya terjadi pada 2 Desember 2015 akibat kebakaran di turbin mesin unit 2. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda