Home / Bisnis / PLTA Sita di Manggarai Timur Beroperasi Akhir 2018

PLTA Sita di Manggarai Timur Beroperasi Akhir 2018

Penandatanganan Kontrak Jual Beli Listrik/Foto: dok PLN
Penandatanganan Kontrak Jual Beli Listrik/Foto: dok PLN

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Sita di Desa Golomongkok, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggari Timur, Flores, dijadwalkan beroperasi akhir 2018.

PLTA Sita merupakan pembangkit swasta atau independent power producer/IPP dengan skema membangun, memiliki, mengoperasikan dan mengalihkan (build, own, operate, and transfer/BOOT) selama 25 tahun dengan nilai investasi sekitar Rp30,36 miliar.

Listrik dari PLTA Sita akan dipasok ke 2.150 rumah penduduk di wilayah itu dengan daya 1.300 VA. Penandatangan kontrak jual beli listrik antara PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT dan bersama PT Multi Energi Dinamika yang membangun PLTA Sita sudah dilakukan di Jakata, Kamis (4/10).

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menandatangani kontrak jual beli listrik bersama PT Multi Energi Dinamika untuk pengadaan listrik dari pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT), Kamis (4/10).

Baca Juga :  PLN NTT Lakukan Pemadaman Terencana untuk 'Uprating Crossbar'

Penandatanganan kontrak dilakukan General Manager PT PLN Wilayah Unit Induk Wilayah NTT Christyono bersama Direktur PT Multi Energi Dinamika Gatot Sewandhono. Turut menyaksikan, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi dan Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Machnizon Masri.

Pengoperasian PLTA Sita menambah pasokan lisrik dari pembangkit EBT di NTT yang sampai Agustus 2018 baru mencapai 6,47% dari total pasokan listrik setempat. Listrik energi terbarukan di NTT, terutama di Flores, juga berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu, PLTP Mataloko, PLTM Ndungga, Pembangkit Listrik Mikrohidro (PLTM) IPP Wae Roa, dan PLTA Sita yang ke-5.

Pasokan listrik EBT PLTA Sita akan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) mencapai 3.000 kiloliter (kl) per tahun atau penghematan biaya pemakaian solar sebesar Rp20 miliar per tahun.

Baca Juga :  Tarif Listrik Naik Lagi Mulai 1 Agustus

“Harapannya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk pengembangan pariwisata di lokasi tersebut seperti wisata alam,” kata Christyono. (gma/mi)

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda