Home / Daerah / PLN NTT Perkenalkan Sepeda Motor Listrik di Dinas Pariwisata

PLN NTT Perkenalkan Sepeda Motor Listrik di Dinas Pariwisata

Sepeda Motor Listrik/Foto: PLN IUW NTT
Sepeda Motor Listrik/Foto: PLN IUW NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Dilihat penggunannya ramah lingkungan, bersih, tidak ada asap, dan tidak bising, General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) Ignatius Rendroyoko bersama manajemen mengendarai sepeda motor listrik dari kantor PLN menuju dinas kantor dinas pariwisata di Jalan Frans Seda.

Menurut Ignatius Rendroyoko, kedatangan mManajemen PLN ke dinas pariwisata untuk melakukan sosialisasi penggunaan dan pemanfaatan motor listrik kepada kepala dinas dan seluruh pegawai di kantor tersebut.

“Kedatangan kami ke dinas pariwisata untuk mengenalkan program electrifying lifestyle terkait green energy yang sudah diperkenalkan dari tahun 2017 akan tetapi sekarang kami probing ke Dinas Pariwisata agar bisa dilihat dan test drive langsung” ucap Rendroyoko yang didampingi oleh Senior Manager Keuangan Yonal Mirza, Senior Manager Teknik Putu Sudarsa, dan Senior Manager Niaga dan PP Heru Purwoko.

Baca Juga :  Gempa di Selat Ombai Akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia

“Minggu sebelumnya, RI 1 ke Labuan Bajo dan melihat potensi Labuan Bajo menjadi destinasi pariwisata premium dan nanti disana juga akan ada motor listrik untuk operasional,” tambah Rendroyoko.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Wayan Darmawa menyambut hangat kedatangan GM PLN NTT beserta manajemen.

“Ini Inovasi yang bagus dalam rangka mengurangi dampak emisi gas rumah kaca dengan mendorong perkembangan seperti motor listrik dan tentunya sangat bagus di pariwisata yang salah satu syaratnya harus green energy, sehingga dengan adanya promosi seperti ini dan bisa menjadi edukasi bagi mitra-mitra pariwisata seperti pemilik hotel mendorong harus menggunakan motor listrik,” ucapnya

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN untuk dapat hadir di Kantor kami dan memberikan hal baru yang pantas diikuti oleh BUMN-BUMN lainnya, tambah Wayan.

Rendroyoko menjelaskan, untuk motor listrik yang digunakan ini dalam kodisi cas full maka daya yang dibutuhkan 1,25 Kwh, sehingga biaya yang dikeluarkan sebesar Rp1.837. Sebaliknya, jika motor berbahan bensin dengan jarak yang sama, biaya yang dibutuhkan Rp. 4.585

Baca Juga :  Disnakertrans NTT Ajukan Ranperda Awasi Pekerja Asing

“Karena kita pahami bahwa kita tidak mungkin akan menggunakan energi fosil secara terus menurus, sehingga dengan langkah ini kita telah melangkah dan berbuat untuk bumi dari kelangkaan energi di tahun tahun yang akan datang,” tutupnya.

Dia juga mengajak masyarakat NTT bersama-sama mengurangi polusi udara di bumi flombamora, serta berharap nantinya masyarakat menggunakan kendaraan listrik. PLN siap mendukung dan melayani masyarakat memasang stasiun pengisian listrik umum (SPLU) di seluruh unit PLN untuk memudahkan masyarakat dalam pengisian listrik.

“Sekarang di NTT sudah terpasang SPLU sebanyak 21 buah, tersebar di beberapa kabupaten dan ke depan terus kita tambah,” imbuhnya. (pln)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda