Home / Bisnis / PLN NTT Pasang Penangkal Petir Cegah Gangguan Listrik

PLN NTT Pasang Penangkal Petir Cegah Gangguan Listrik

Asisten Manager Operasi Sistem dan Penyeluran 
 PT PLN Wilayah NTT Eka Widarma (kiri), dan 
Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN WIlyah NTT Sulistiyoadi Nikolaus (kedua dari kiri) bersama Humas PLN Lydia Purba dan Karyawan Karpowership Indonesia di Kapal Listrik Gökhan Bey Akhir Mei 2017/Foto: Lintasntt.com
Asisten Manager Operasi Sistem dan Penyeluran PT PLN Wilayah NTT Eka Widarma (kiri), dan Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN WIlyah NTT Sulistiyoadi Nikolaus (kedua dari kiri) bersama Humas PLN Lydia Purba dan Karyawan Karpowership Indonesia di Kapal Listrik Gökhan Bey Akhir Mei 2017/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) memasang penangkap petir pada gardu listrik untuk meminalisir gangguan saat ramadan hingga idul fitri.

Asisten Manager Operasi Sistem dan Penyaluran PT PLN Wilayah NTT Eka Widarma mengatakan pihaknya telah memasang penangkal petir di empat titik yang selama ini rawan terhadap gangguan.

“Penangkal petir sudah dipasang di jaringan yang menghubungkan Gardu Induk Bolok dan Gardu Induk Maulafa, akan ditambah lagi dalam waktu dekat,” ujarnya saat pertemuan bersama wartawan di Kapal Listrik Gokhan Bey beberapa waktu lalu.

Penambahan penangkal petir akan dilakukan di jaringan yang menghubungkan GI Maulafa di Kota Kupang hingga Gardu Induk Nonohonis di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang dilanjutkan sampai Kabupaten Timor Tengah Utara dan Belu.

Baca Juga :  Komisi XI DPR Kunjungi Klaster Sapi Binaan BI di Fatukoa

Dia menyebutkan listrik di wilayah itu sering mengalami gangguan karena tersambar petir. Proteksi petir menggunakan model Galvanized Steel Wire (GSW) bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Potensi petir di Pulau Timor cukup besar karena daerah ini memiliki musim panas sampai delapan bulan, ketika mendadak terjadi hujan, langsung menimbulkan petir.

Sementara itu Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN WIlyah NTT Sulistiyoadi Nikolaus mengatakan PT PLN Wilayah NTT mengalami surplus listrik sebanyak 40 Mw pada siang hari, dan 20 Mw malam hari.

Warga diminta memanfaatkan daya listrik yang ada dengan membangun home industri. “Tim niaga PT PLN juga sudah bertemu bupati dan wali kota untuk memasakan daya listrik yang ada,” ujarnya.

Baca Juga :  PLN Gelar Apel Siaga Menyambut Ramadhan

Menurut Dia, warga yang mampu membeli listrik PLN, bisa memanfaatkan listrik dengan cara kredit. “Kita minta kepada kepala daerah mendorong warga untuk memanfaatkan listrik yang ada,” ujarnya. (gma/mi)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda