Home / Daerah / PLN NTT Jamin Ketersediaan Energi Primer di Tengah Covid-19

PLN NTT Jamin Ketersediaan Energi Primer di Tengah Covid-19

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Ignatius Rendroyoko (kiri) Mengunjungi Tempat Penampungan Batu Bara di lokasi PLTU Kupang, Rabu (25/3)/Foto: PLN NTT
General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Ignatius Rendroyoko (kiri) Mengunjungi Tempat Penampungan Batu Bara di lokasi PLTU Kupang, Rabu (25/3)/Foto: PLN NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur memastikan pasokan batu bara untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di daerah itu aman di tengah wabah virus korona (covid-19).

Begitu pula pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga disel (PLTD) di ibu kota provinsi hingga kabupaten dan kota juga aman.

“Ketahanan energi primer untuk pasokan listrik aman secara kontinu di tengah covid-19, jelang paskah, puasa dan seterusnya akan aman,” tandas General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Ignatius Rendroyoko di Kupang, Rabu (25/3).

Menurutnya, stok batu baru per 24 Maret 2020 sebesar 22.511 metrik ton (MT), cukup untuk operasi PLTU selama 33 hari. Sesuai rencana, pada 26 Maret, sebanyak 7.500 MT tiba di Kupang. Sedangkan BBM yang ada berjumlah 1.259.564 liter, aman untuk 10 hari operasi. “Standar aman PLN tujuh hari untuk pasokan BBM,” katanya.

Baca Juga :  Urus SIUP dan SIUJK di Kota Kupang Gratis

Menurut Rendroyoko, pada Rabu malam, PLTU Unit 1 akan masuk sistem dan menambah pasokan Listrik sebesar 16.5 Megawatt (Mw). Saat ini Sistem Timor dengan daya mampu 107.290 kilowatt (kW) diperkirakan akan mencapai beban puncak 99.000 kW dan masih ada cadangan 8.000-9.000 kW.

“Sebagai BUMN yang berperan strategis untuk melayani energi, PLN tetap fokus menjaga pasokan listrik masyarakat Indonesia. Sejak awal Maret, PLN telah menerapkan antisipasi upaya pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan PLTU di Bolok dan di seluruh wilayah kerja di NTT agar seluruh pegawai PLN juga tetap dapat bekerja dengan maksimal,” ungkap Rendroyoko.

Dia memastikan PLN akan terus memperhatikan dan berkepentingan untuk mengelola risiko serendah mungkin di seluruh lini operasional, mulai dari pembangkitan, pengaturan beban, transmisi, dan distribusi untuk tetap menjaga pelayanan pasokan listrik ke pelanggan, termasuk melaksanakan pekerjaan pemeliharan, melistriki desa untuk kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Gunung Lewotolok Berstatus Waspada

Musdiman, Manager PJBS Site di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang mengatakan pasca dikeluarkannya surat edaran kepada seluruh pekerja agar melakukan social distancing, PLN langsung menerapkan yakni menjaga jarak kursi di antara operator dan memanfaatkan video conference seperti pemeliharaan pembangkit. (mi/pln)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda