Home / Flores / PLN Bangun Pembangkit Listrik 20 Mw di Labuan Bajo

PLN Bangun Pembangkit Listrik 20 Mw di Labuan Bajo

Ground Breaking PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas) MPP (Mobile Power Plant) Flores di Labuan Bajo/Foto: Humas PLN NTT
Ground Breaking PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas) MPP (Mobile Power Plant) Flores di Labuan Bajo/Foto: Humas PLN NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

Labuan Bajo—PT PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP NUSRA), melaksanakan ground breaking PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas) MPP (Mobile Power Plant) Flores di Labuan Bajo sejak 24 Mei 2017.

PLTMG berkapasitas 20 Mw ini dibangun di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, dilakukan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch. Dula.

Hadir dalam acara ini Ketua DPRD Manggarai Barat, Belasius Jeramun, Kapolres Manggarai Barat, AKBP Supriyanto, Kepala Kejari, Subekhan, SH, MH, General Manager (GM) UIP Nusra, Jarot Hutabri, GM PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur.

Bupati Duka meminta semua pihak mendukung pembangunan PLTMG, baik pemerintah maupun dukungan masyarakat di Kecamatan Boleng, khususnya warga Desa Tanjung Boleng.

Menurut Bupati Duka, pembangunan PLTMG merupakan wujud perhatian Pemerintah Pusat kepada masyarakat Manggarai Barat. Hal yang sama disampaikan Ketua DPRD Manggarai Barat, Blasius Jeramun.

Penguatan Keandalan

General Manager PLN Wilayah NTT  Richard Safkaur menjelaskan pembangunan pembangkit baru ini merupakan bagian dari strategi bisnis PLN untuk penguatan keandalan sistem Flores.

Baca Juga :  Longsor Putuskan Pipa Air Minum di Kelimutu

Penguatan dilakukan dengan membangun pembangkit, transmisi dan gardu induk sesuai Rencana Umum
Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN NTT tahun 2016-2025. Juga pembangunan pembangkit diesel tersebar di daerah isolated.

“Pembangunan pembangkit baru di antaranya, bertujuan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Peningkatan rasio elektrifikasi melalui optimalisasi listrik perdesaan di desa belum berlistrik, pulau terluar atau terdepan, lokasi prioritas dan daerah perbatasan,” tambah Safkaur.

Pembangunan pembangkit baru kapasitas 20 MW ini akan memperkuat Sistem Labuan Bajo, sebagai bentuk kesiapan PT PLN mendukung pembangunan di
Kabupaten Manggarai Barat, dalam hal kecukupan listrik, terutama mendukung program pariwisatanya.

Saat ini Sistem Labuan Bajo memiliki daya mampu (DM) total sebesar 7.740 kilowatt (kW), baik dari pembangkit milik PLN maupun sewa. Dengan daya mampu sebesar itu, pemakaian pada siang hari atau BP Siang sebesar 4.420 kW, atau masih tersedia cadangan sebesar 3.320 kW. Dan BP Malam hari sebesar 6.340 kW, atau masih ada cadangan sebesar 1.400 kW.

Baca Juga :  Transmisi PLN Kena Sambar Petir, Listrik di Pulau Timor Padam

Selain melayani kebutuhan listrik di Kabupaten Manggarai Barat wilayah daratan pulau Flores, PLN Rayon Labuan Bajo juga melayani kebutuhan listrik di sejumlah pula.

Untuk sistim kelistrikan Sub Rayon Komodo tersedia daya mampu sebesar 80 kW, dengan pemakaian Beban Puncak malam hari sebesar 75 kW, atau masih ada cadangan sebesar 5 kW.

Sistem kelistrikan Sub Rayon Rinca, tersedia daya sebesar 80 kW, namun pemakaian atau beban puncak pada malam sebesar 16 kW, atau masih ada cadangan sebesar 64 kW.

Dalam acara ini juga, PLN menyerahkan CSR kepada masyarakat Desa Tanjung Boleng, berupa dana untuk dua mesjid dan satu gereja Katolik, pembangunan MCK dan bantuan dua set panel listrik tenaga surya. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda