Home / Daerah / Plan Bagikan ‘Hygiene Kit’ untuk 6.908 Keluarga di Nagekeo

Plan Bagikan ‘Hygiene Kit’ untuk 6.908 Keluarga di Nagekeo

Foto: Plan Indonesia
Foto: Plan Indonesia

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Sebanyak 6.908 keluarga di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur menerima bantuan paket perlengkapan kebersihan diri (hygiene kit) yang disalurkan oleh Yayasan Plan Internasional (Plan Indonesia).

Ribuan warga penerima bantuan tersebut berasal dari puluhan desa yang tersebar di empat kecamatan yakni Keo Tengah, Aesesa, Aesesa Selatan dan Boawae

Hygiene kit terdiri dari sabun batang, sampo, sikat gigi, odol, gunting kuku, handuk, permainan ular tangga sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), dan penjelasan secara tertulis menengenai cara mencuci tangan yang benar. Selain itu, terdapat 12.000 sponsor child (SC) atau anak asuh Plan Indonesia yang juga menjadi target distribusi perlengkapan kebersihan ini.

Deputy Program Implementation Area Manager Plan Indonesia, Zuniatmi mengatakan bantuan diserahkan dalam dua tahap yakni 1-8 April dan tahap kedua 13-17 April. “Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Plan Indonesia terhadap pemerintah dalam upaya pencegahan pandemik covid-19 yang sudah menjangkau hampir seluruh wilayah di Indonesia,” katanya, Minggu (5/4).

Baca Juga :  Empat Titik Longsor di Jalur Labuan Bajo-Ruteng Belum Berhasil Ditembus

Menurutnya sebanyak 21 staf yang bertugas membagikan peralatan kebersihan tersebut, juga melakukan penyuluhan tentang pandemik covid-19 meliputi gejala serta cara penularan dan pencegahannya.

Dia menambahkan, kegiatan distribusi berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) sehingga keamanan staf dan juga kader yang ada di wilayah dampingan sangat terjamin, yang dimulai dari pendataan penerima manfaat, persiapan distribusi, dan saat pelaksaan distribusi hingga kegiatan distribusi berakhir.

“Saat distribusi semua staf Plan dan mitra yang menjadi bagian dari tim distribusi diberikan penjelasan terkait SOP distribusi dalam situasi pandemik covid-19 dan kode etik Plan Indonesia, misalnya harus memilih lokasi distribusi di titik yang aman, memberikan informasi kepada pemerintah desa dan kader tentang tujuan, proses dan jumlah material yang akan dibagikan,” pungkas Zuniatmi .

Baca Juga :  APD dan Rapid Test RS Aeramo Ikut Terbakar

Ketika selesai distribusi, tim segera kembali ke kantor perwakilan Plan Indonesia dengan terlebih dahulu harus melakukan cuci tangan pakai sabun dan memasang alat pelindug diri standar, memastikan seluruh dokumen distribusi yakni daftar tanda terima pemanfaat, form mekanisme umpan balik dan peralatan lainnya, dibawa kembali, dan diakhiri dengan proses disinfektan kendaraan.

“Sebelum masuk dan proses ini harus menggunakan alat pelindung diri standar seperti masker, sarung tangan latex dan hand sanitizer,” ujarnya. (mi)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda