Home / Travel / Pius Rengka: Pembangunan Pariwisata NTT Tidak Fokus

Pius Rengka: Pembangunan Pariwisata NTT Tidak Fokus

'Diskusi Terfokus tentang Peran Perbankan dalam Mendukung NTT sebagai Provinsi Pariwisata di Kupang, Senin (29/2) /Foto: Gamaliel
'Diskusi Terfokus tentang Peran Perbankan dalam Mendukung NTT sebagai Provinsi Pariwisata di Kupang, Senin (29/2) /Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Pembangunan pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai tidak fokus yang mengkibatkan hampir seluruh obyek wisata tidak digarap maksimal.

Padahal banyak obyek wisata di daerah ini menjadi unggulan dan dapat diandalkan, antara lain wisata bahari, pantai, dan budaya.

Mendiang Wartawan Kompas Valens Doy, satu-satunya wartawan Indonesia yang menyabet dua hadiah Adinegoro sekaligus, menulis bahwa untuk melihat seluruh Eropa, wisatawan cukup berkunjung ke NTT.

“Tapi apa yang dibuat pemerintah daerah dan swasta, berkelahi dan saling peras,” kata Mantan Anggota DPRD NTT Pius Rengka saat berbicara pada ‘Diskusi Terfokus tentang Peran Perbankan dalam Mendukung NTT sebagai Provinsi Pariwisata yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kupang di Hotel Kristal, Senin (29/2).

Diskusi dihadiri Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Marinus Jelamu, Kepala BI Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga, Asisten Vice President Area Bussines Head Bank Mandiri Area Mataram Ajang Mandariza, dan wartawan.

Baca Juga :  40 Wisatawan Australia Tiba Kupang dengan Pesawat Carter

Pius yang juga mantan wartawan dan turut merintis pariwisata di Sumba dan Ende pada tahun 1987 mengatakan, NTT memiliki banyak julukan mulai dari provinsi ternak, koperasi, wisata, cendana dan jagung.

Banyak ‘julukan’ tersebut yang membuat pemerintah tidak fokus menangani pariwisata. “Saya menuding kita tidak fokus karena provinsi ini dibaptis macam-macam,” ujarnya.

Bagi Pius, kepala dinas pariwisata dan ekonomi kreatif bukan seorang eksekutor, melainkan konseptor. Eksekutor ialah apa yang ia pikirkan langsung dilaksanakan. “Harus berani, bila perlu berkelahi. NTT tidak ada keberanian seperti itu,” ujarnya.

Menurutnya interaksi yang melibatkan actor state, business, civil society, dan political community dalam diskusi harus bisa bekerjasama mendukung pengembangan pariwisata NTT. “Kalau ingatkan ini provinsi pariwisata, jangan mencurigai dan peras pengusaha. Berhenti sogok-menyogok. Mohon maaf pak gub sangat lemah untuk mengambil keputusan,” ujarnya.
Destinasi Nasional

Baca Juga :  Senator Andrianus Garu Promosikan Pariwisata NTT di Eropa

Sementara itu Marinus mengatakan Komodo di Kabupaten Manggarai Barat telah ditetapkan sebagai salah satu dari distinasi pariwisata nasional. “NTT memiliki branding wisata berskala Nasional dan internasional,” ujarnya.

Ia mengatkan NTT memiliki kekayaan budaya, seni dan destinasi wisata  yang berpotensi mengembangkan ekonomi berbasis wisata.

Namun ia mengaku perspektif wisata seperti menciptakan kebersihan di kawasan atau lokasi wisata belum kuat di masyarakat. “Butuh koordinasi lintas sektor, tetapi pada tataran implementasi masih sangat lemah,” ujarnya. (gma/rr)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda