Home / Hukum / Petugas Bandara Mali Gagalkan Pengiriman Kulit Buaya

Petugas Bandara Mali Gagalkan Pengiriman Kulit Buaya

Foto: Dok. Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Alor.
Foto: Dok. Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Alor.

Bagikan Halaman ini

Share Button

Alor–Petugas Avian Security (Avsec) dan Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Bandar Udara Mali, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggagalkan pengiriman satu dus berisi kulit buaya.

Dus tersebut berisi enam lembar kulit buaya yang dikirim melalui jasa ekspedisi. “Terungkap setelah kemasan yang berisi kulit buaya itu terdeteksi X-ray,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Alor Agus Djami Koreh kepada wartawan, Jumat (2/3).

Upaya pengiriman kulit buaya itu terjadi pada Kamis (1/3).

Menurutnya petugas kemudian membuka dus tersebut dan menemukan empat lembar kulit buaya, dua di antaranya berukuran besar dan dua lembar berukuran kecil. Namun tidak disertai dokumen pengangkutan resmi yang diterbitkan oleh Balai Besar KSDA NTT.

Baca Juga :  ABK KM Nusantara Selundupkan 48 Kakatua Goffin dari Saumlaki

Selanjutnya pihak Avsec dan KP3 Bandara Mali berkoordinasi dengan Seksi KSDA Wilayah IV Alor dan menyerahkan barang temuan tersebut.

Agus mengatakan Balai Besar KSDA NTT melalui Seksi Konservasi Wilayah IV sedang melaksanakan pengumpulan
bahan dan keterangan (pulbaket) untuk melacak pelaku pengiriman kulit buaya tersebut, serta berkoordinasi dengan pihak jasa ekspedisi untuk melakukan sosialisasi.

Untuk mencegah maraknya peredaran tumbuhan dan satwa liar, Balai Besar KSDA NTT telah melaksanakan langkah-langkah antisipatif dengan membentuk satuan tugas pengamanan tumbuhan dan satwa liar (Satgas TSL) dan menempatkan anggota Satgas di pintu-pintu masuk dan keluar NTT.

Di antaranya bandar udara dan pelabuhan-pelabuhan laut, sosialisasi melalui media cetak dan eletronik, serta berkoordinasi dengan pihak jasa ekspedisi pengiriman barang untuk lebih berhatihati dan selektif dalam menerima order pengiriman barang berupa tumbuhan dan satwa liar.

Baca Juga :  Polisi Diduga Tembak Mati Dua Nelayan di Flores

“Ini merupakan salah satu komitmen multi pihak (interagency cooperation) sebagaimana diamanatkan dlm Konvensi CITES dalam pemberantasan penyelundupan tumbuhan dan satwa liar,” Kepala Balai Besar KSDA NTT Tamen Sitorus. (gma/mi)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda