Home / Nasional / Perilaku Anak Dibentuk dari Keluarga

Perilaku Anak Dibentuk dari Keluarga

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang—Pembangunan fisik dan sistem yang dilakukan pemerintah bertujuan agar setiap insan di indonesia mencapai potensi yang maksimal dan makin produktif.

Namun, pembangunan fisik saja tidak cukup. Peran institusi sosial seperti keluarga sangatlah penting karena perkembangan tiap manusia dimulai dari keluarga.

Presiden Joko Widodo mengatakan itu saat menyampaikan sambutan pada puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Kupang, Sabtu (30/7/2016).

Presiden mengatakan dari keluarga, pribadi, karakter, pola pikir dan perilaku seseorang dibentuk. Dari keluarga pula, potensi diri dikembangkan sehingga tercipta anak Indonesia yang unggul, berdaya saing, berbudi pekerti, dan anak berakhlak santun

“Karena itu momentum keluarga nasional tahun ini harus kita maknai sebagai upaya untuk menguatkan fungsi keluarga, keagamaan, sosial, nilai-nilai keutamaan, pendidikan, reprofuksi, pembinaan lingkungan, dan perlindungan,” katanya.

Baca Juga :  800 Polisi Ditempatkan di Ring Tiga Pengamanan Presiden

Ia mengatakan keluarga sebagai pihak terdepan dan terpenting bagi anak harus memastikan bahwa fungsi perlindungan benar-benar terwujud, kekerasan terhadap anak dan tidak bisa kita biarkan lagi.

Begitu juga anak-anak harus dilindungi dari dampak negatif penggunaan teknolgi dan konsumsi informasi. Ini harus hati-hati. Bukan berarti anak-anak sama sekali dilarang menggunakan teknolgi dan mendapatkan informasi tetapi lebih kepada penggunaan teknologi yang positif, dan penggunaan konsumsi informasi yang postif dan produktif.

Presiden juga mengingatkan keluarga tetap berperan aktif dalam menumbuhkan dan menjalankan revolusi karakter mental bagaimana keluarga bisa turut merubah pola pikir manusia Indonesia.

Merubah pola pikir yakni dari priadi yang pesimis menjadi pribadi yang optimis. Dari yang malas menjadi pribadi yang suka bekerja keras, dari yang hanya senang menjadi pengikut menjadi pemimpin-pemimpin di mana pun.
“Bila keluarga bisa memupuk pola pikir dan prilaku yang produktif maka kita akan bisa melahirkan generasi emas Indonesia, generasi pemenang, generasi yang kreatif, generasi inovatif, generasi yang produktif, generasi yang visioner. Karena itu saya apresiasi insiatif BKKBN empat konsep besar dalam Hari Keluarga Nasional,” tegasnya. (rr)

Baca Juga :  Bandara Frans Seda Naik Status Jadi Kelas II

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda