Home / Hukum / Perempuan Penjebak TKI Rita Krisdianti Dipenjara di Atambua

Perempuan Penjebak TKI Rita Krisdianti Dipenjara di Atambua

TKI Rita Krisdianti Diconis Mati di Malyasia/Foto: Media Indonesia
TKI Rita Krisdianti Diconis Mati di Malyasia/Foto: Media Indonesia

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Seorang perempuan berinisial ES yang diduga kuat menjebak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Rita Krisdianti, 27 tahun yang yang divonis mati di Malaysia terkait kasus narkoba, tengah menjalani hukuman penjara di Atambua, Kabupaten Belu.

Laporan Migrant Institute menyebutkan ES menjalani hukuman  di Atambua terkait kasus narkoba.

Rita divonis mati oleh Pengadilan Negeri Penang, Malaysia karena kedapatan membawa tas berisi 4 kilogram sabu-sabu di bandara Penang, Malaysia, pada 10 Juli 2013.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Ajun Komisaris Besar Jules Abraham Abast mengatakan belum ada perintah dari Mabes Polri untuk memeriksa ES

“(Kasus) itu di luar yuridiksi Polda NTT. Apalagi ES sedang menjalani hukuman penjara. Kalau ada permintaan pemeriksaan harus disampaikan ke Mabes Polri,” kata Jules Abraham Abast seperti dikutip Media Indonesia.

Baca Juga :  Rohaniawan Tiga Agama Duduki Polres Lembata

Menurut Jules, jika ada permintaan kepada Polri untuk memeriksa ES, pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Mabes Polri. ES, asal Lampung Timur tersebut ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda NTT bersama petugas Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Atapupu pada 25 Nopember 2014 karena membawa sabu dari Timor Leste ke Indonesia melalui pintu perlintasan Motaain di Kabupaten Belu.

Barang bukti yang disita ketika itu ialah sabu jenis kristal seberat 4,3 kilogram dan sabu jenis Ice seberat 300 gram. ES ditangkap bersama tiga kurir narkoba lainnya yakni OK, 30 asal Nigeria, S, 21, asal Jakarta, dan A, 44 asal Serang, Banten.

ES dan kurir narkoba lainnya divonis penjara di Pengadilan Negeri Atambua pada 22 Agustus 2015. Saat ini mereka menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Atambua, Kabupaten Belu. ES divonis 18 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider dua bulan penjara (sumber: media indonesia/palce amalo)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda