Home / Daerah / Perayaan Natal di Kupang Berlangsung Kondusif

Perayaan Natal di Kupang Berlangsung Kondusif

Ibadah Natal di Gereja Efata Liliba, Kupang. Foto: Lintasntt.com
Ibadah Natal di Gereja Efata Liliba, Kupang. Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Ibadah menyambut kelahiran Yesus Kristus, Juruselamat Umat Manusia di berbagai gereja di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur berlangsung khidmat.

Jalannya ibadah sejak malam natal, Senin (24/12) malam sampai Selasa (25/12) pagi juga berlangsung kondusif.

Di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Efata di Kelurahan Liliba, Kota Kupang ibadah natal diikuti ribuan umat. Pendeta Bernadus Polin yang memimpin ibadah menyebutkan, Allah datang ke dunia sebagai seorang anak manusia untuk merasakan penderitaan-penderitaan yang dialami manusia akibat dosa.

“Seandainya Allah tidak menjadi manusia, penderitaan yang dialami manusia, bahkan kematian karena kuasa dosa tidak dilepaskan dari kehidupan manusia,” ujarnya.

Khotbah natal di GMIT Efata diambil dari Injil Yohanes pasal 1 tentang Firman yang telah menjadi manusia. Yohanes memberikan kesaksian tentang Roh yang turun menyerupai merpati ke atas seseorang dan tinggal di atasNya, Dia adalah Yesus Kristus. “Aku telah melihatNya dan memberi kesaksian, Ia inilah Anak Allah,” katanya mengutip kesaksian yang ditulis Yohanes.

Baca Juga :  SAR Kupang Siaga Penuh Amankan Mudik dan Arus Balik 2018

Sementara itu, aparat keamanan dari polisi dan TNI, serta satuan polisi pamong praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan berjaga-jaga di pintu masuk gereja, ruas jalan di depan gereja dan lokasi strategis lainnya untuk memberikan kenyamanan kepada umat yang beribadah. Sampai pukul 13.00 Wita, tidak ada laporan gangguan keamanan terkait ibadah perayaan natal dari seluruh NTT.

Kapolda NTT Irjen Raja Erizman mengatakan pihaknya memberikan pengamanan ketat di seluruh gereja di daerah itu. Sedikitnya 3.003 gereja diamankan oleh 5.251 personel gabungan dari Polda NTT, jajaran Korem 161 Wirasakti Kupang dan instansi lainnya.

Sebelum ibadah, polisi melakukan sterilisasi di ruang ibadah dan di halaman gereja. Pengetatan keamanan untuk memberikan rasa aman kepada umat yang beribadah. (sumber: mi/po)

 

Baca Juga :  Percepat Imunisasi MR, Puskesmas Buka Posko di Gereja

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda