Home / Nasional / Pengamat Sarankan Benny Harman Minta Maaf Kepada Jokowi

Pengamat Sarankan Benny Harman Minta Maaf Kepada Jokowi

Benny Harman
Benny Harman

Bagikan Halaman ini

Share Button

Jakarta–Mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman yang menghubung-hubungkan cerita penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuai polemik di masyarakat.¬†Apalagi cuitan itu dipersoalkan Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Pengamat Politik dari Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongkoe, mengatakan sangat wajar bila ada pihak yang mempersoalkan pernyataan Benny Harman tersebut. Sebab narasi dalam cuitan itu berpotensi diperdebatkan publik, mengingat secara gamblang isinya menuduh Presiden Jokowi.

“Saya kira wajar kalau ada pihak yang mempersoalkan isi cuitan Pak Benny Harman, karena isi cuitan itu secara gamblang memang menuduh Presiden Jokowi,” kata Ramses di Jakarta, Kamis (4/10).

Menurut Dosen Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta ini, penggunaan kata kemungkinan dalam cuitan itu tidak dapat dijadikan alasan pembenaran Benny Harman tidak menyerang Jokowi. Apalagi ada kalimat diduga kuat pihak yang meninju Ratna adalah preman-preman suruhan Presiden.

Baca Juga :  NasDem Tolak Perubahan UU MD3

“Penggunaan kata kemungkinan dalam cuitan itu tidak dapat dijadikan pembenaran kalau Pak Benny tak menyerang Presiden Jokowi. Karena ada juga kalimat ‘diduga kuat pihak yang meninju Ratna adalah preman-preman suruhan Presiden’. Kata diduga kuat itu menunjuk pada suatu kebenaran,” ujar Ramses.

Untuk itu, Ramses menyarankan Benny Harman meminta maaf kepada Presiden Jokowi. Terlebih cerita penganiayaan Ratna Sarumpaet itu hanya kebohongan sesuai pernyataan resmi Ratna sendiri.

“Saya sarankan Pak Benny Harman menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Jokowi atas ucapannya, apalagi cerita penganiayaan itu bohong dan itu sesuai pernyataan resmi dia (Ratna) sendiri,” ucap Ramses.

Sebelumnya, Benny Harman mencuit kabar penganiayaan Ratna Sarumpaet melalui akun twitternya. Berikut isi cuitan Benny Harman:

Baca Juga :  Novanto Center Siap Bantu Petani Lele di Kupang

‘Ada tiga kemungkinan mengapa untuk kasus ini presiden diam. Satu, presiden sibuk dan ini perkara kecil. Dua, presiden memelihara preman dan diduga kuat yang meninju Ratna adalah preman-preman suruhan presiden. Tiga, cara ini sudah sesuai dengan revolusi mental’. (sumber: mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda