Home / Travel / Penerbangan Jadi Masalah Krusial dalam Pariwisata NTT

Penerbangan Jadi Masalah Krusial dalam Pariwisata NTT

Panorama Labuan Bajo/Foto: Gamaliel
Panorama Labuan Bajo/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–‎Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah memperlihatkan geliatnya dalam hal parisiwata. Keberadaan NTT yang memiliki beragam pulau menjadikan daerah ini kaya akan wisata laut seperti di Pulau Alor, Pulau Rote, Sumba maupun Ende.

Sayang keindahan laut yang tersebar di beberapa pulau di NTT, membuat pariwisata di daerah ini kurang menarik bagi wisatawan.

Pasalnya budget penerbangan yang cukup mahal dari satu tempat ke tempat lain menjadikan wisatawan lebih memilih berwisata ke luar negeri ketimbang di NTT.

“Tarif angkutan udara di sini (NTT) menjadi tantangan besar bagi pariwisata kita,” ujar Gubernur NTT‎, Frans Lebu Raya usai melakukan rapat koordinasi dengan Bank Indonesia, Jumat (12/2).

Baca Juga :  Pius Rengka: Pembangunan Pariwisata NTT Tidak Fokus

Menurut Frans, untuk menikmati tempat wisata di NTT yang terpisah di beberapa pulau, wisatawan dari Jakarta minimal membutuhkan dana sekitar Rp 7 juta rupiah.

Hal ini hampir sama dengan wisatawan yang bepergian ke negara tetangga seperti ke Singapura atau Thailand. “Kalau seperti ini jelas mereka memilih ke luar negeri daripada liburan di negara sendiri‎,” ungkap Frans.

Untuk itu Frans sangat berharap pemerintah pusat khusunya Kementrian Perhubungan, membantu NTT dalam melakukan perluasan bandara di masing-masing bandara yang ada di NTT.

Sehingga pesawat yang lebih besar bisa masuk, hal ini memungkinkan wisatawan lebih banyak yang datang karena harga tiket pesawat lebih murah.

Bukan hanya masalah pariwisata, Frans menjelaskan penerbangan juga menjadi penyumbang besar inflasi di NTT, selain masalah ketersediaan pasokan pangan.

Baca Juga :  NTT Gelar Festival Tenun Ikat dan Bulan Bung Karno

Menurut Frans, banyak masyarakat yang hilir mudik dari satu tempat ke tempat lain menggunakan pesawat perintis. Maka, harapan tarif pesawat yang l‎ebih murah, memungkinkan inflasi NTT yang berada di atas nasional bisa terus menurun.

“Misal harga tiket Kupang-Labuan Bajo hampir sama dengan Kupang-Jakarta. Ini yang menyumbangkan inflasi selain pangan-pangan strategis,” ujarnya menjelaskan. (republika.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda