Home / Humaniora / Penduduk Miskin di NTT Bertambah 12.021 Orang

Penduduk Miskin di NTT Bertambah 12.021 Orang

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT Maritje Pattiwaellapia (tengah). Foto: Lintasntt.com
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT Maritje Pattiwaellapia (tengah). Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) Maritje Pattiwaellapia mengatakan jumlah penduduk miskin di daerah itu mengalami kenaikan selama periode September 2018-Maret 2019.

Pada Maret 2019 jumlah penduduk miskin tercatat 1.146.320 orang atau 21,09%. Angka itu telah mengalami penambahan sebanyak 12.021 orang atau 0,06% dari posisi September 2018 sebesar 21,03%.

Akan tetapi jika angka itu disandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2018, terjadi penurunan. Pada Maret 2018 jumlah penduduk miskin di NTT sebanyak 1.142.170 orang atau 21,35% atau berkurang 4.150 orang.

Menurutnya ada sejumlah faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan di NTT antara lain nilai tukar petani pada Maret 2019 turun sebesar 1,60% dibanding Sepetember 2019 yakni dari 107,35 menjadi 105,63. Penurunan ini disebabkan harga produksi pertanian menurun, sedangkan harga konsumsi petani meningkat.

Baca Juga :  Wanita 51 Tahun Jatuh ke Sumur Sedalam 18 Meter

Selain itu, selama September 2018-Maret 2018 inflasi umum cukup tinggi yakni sebesar 2,2%. Bahkan makanan merupakan kelompok pengeluaran yang menaikan kenaikan indeks harga terbesar yakni 4,17%.

“Sebenarnya bukan soal orang miskin saja tetapi bagaimana kita menekan indeks kedalaman dan indeks keparahan kemiskinan,” kata Maritje dalam jumpa pers ‘Profil Kemiskinan NTT Maret 2019’ di Kupang, Senin (15/7).

Di sisi lain, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan fluktuatif. Untuk posisi September 2018-Maret 2019, indeks keparahan kemiskinan turun 0,31% atau dari 1,44% pada september 2018 menjai 1,13% pada Maret 2019.

Sedangkan bila disandingkan antara indeks keparahan kemiskinan Maret 2018 sebesar 1,03% dan pada Maret 2019 sebesar 1,13%.

Baca Juga :  Jatuh dari Sepeda Motor, Perwira TNI AL Kupang Kritis

Adapun indeks kedalaman kemiskinan naik dari 3,91% menjadi 4,51% untuk posisi Maret 2018 dan Maret 2019, sedangkan posisi September 2018-Maret 2019 turun yakni dari 4,55% menjadi 4,15%.

“Indeks kedalaman kemiskinan 4,15% itu tinggi apalagi indeks kedalaman perdesaan Maret 2019 sebesar 5,09%,” tambah Maritje. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda