Home / Nasional / Pemuda Lintas Agama Ikut Sosialisasi Keberagaman

Pemuda Lintas Agama Ikut Sosialisasi Keberagaman

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Paul Lyanto Memberikan Sosialisasi Tentang Empat Konsensus Kebangsaan di Kupang, Senin (5/6). Foto: Lintasntt.com
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Paul Lyanto Memberikan Sosialisasi Tentang Empat Konsensus Kebangsaan di Kupang, Senin (5/6). Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Ratusan pemuda dan mahasiswa lintas agama mengikuti sosialisasi empat konsensus kebangsaan di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Nusa Tenggara Timur, Senin (5/6).

Sosialisasi diberikan anggota DPD Paul Lyanto dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Timur Abdulkadir Makarim bertujuan mengajak kaum muda mencintai keberagaman dan menjaga pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Sosialisasi ini dilakukan karena kita khawatir terjadi infiltrasi dari paham-paham yang tidak sesuai dengan empat konsensus kebangsaan kepada generasi muda,” kata Abdulkadir Makarim kepada Media Indonesia. Empat konsensus kebangsaan itu ialah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Adapun Paul Lyanto minta mahasiswa dan pemuda tetap mempertahankan empat konsensus kebangsaan. Jangan sampai Indonesia terpecah-pecah seperti negara-negara di Timur Tengah. “Indonesia negara besar dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia melimpah,” ujarnya.

Baca Juga :  Makan Limbah Ikan, 333 Ternak di Flores Mati

Kekayaan itu menjadikan Indonesia masuk dalam 10 negara besar. “Tetapi bayangkan jika kita masih mempersoalkan pancasila, kapan kita mengurus pengangguran, kemiskinan, dan pendidikan,” kata Paul. Menurutnya pancasila menjadi roh bangsa Indonesia, dan sila-sila Pancasila sesuai ajaran dalam Kitab Suci Agama Kristen.

Salah peserta sosialisasi, Azhar Azizah Inakewa, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana mengatakan sosialisasi empat konsensus kebangsaan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan pemuda guna mencegah paham-paham radikal masuk kampus.

“Setelah mengikuti sosialisasi ini, kami baru paham tentang pentingya menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa,” ujarnya. (sumber: mi/gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda