Home / Daerah / Pemerintah-DPRD Pertajam Visi ‘NTT Bangkit Menuju Sejahtera’

Pemerintah-DPRD Pertajam Visi ‘NTT Bangkit Menuju Sejahtera’

viktor1

Bagikan Halaman ini

Share Button

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama DPRD bertemu dalam Forum Diskusi dan Dialog Program-Program Strategis Pembangunan Tahun 2018-2023 yang digelar di Kupang, Rabu (9/10).

Diskusi itu bertujuan mempertajam dan menyamakan perspektif visi ‘NTT Bangkit Menuju Sejahtera’ yang dicanangkan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef A Nae Soi.

Diskusi dihadiri seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) bersama 30 anggota dewan termasuk Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno dan Wakil Ketua DPRD NTT Yunus Takandewa, dipandu Sekretaris Daerah Benediktus Polo Maing sebagai moderator.

Saat menyampaikan pengantar, Benediktus menyebutkan forum diskusi digagas untuk memperkuat kemitraan dan meningkatkan kesepahaman dalam rangka pembangunan lima tahun ke depan. “Dengan membedah bersama rencana inovasi dan terobosan yang berdaya ungkit besar dari gubernur dan wakil gubernur NTT, diharapkan dapat memperkuat sinergi menuju NTT Bangkit Menuju Sejahtera,” ujarnya.

Sementara Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno mengatakan forum diskusi tersebut memiliki peran strategis dalam membangun kemitraan yang kritis konstruktif.

“Sesungguhnya forum seperti ini diadakan atas masukan dari teman-teman DPRD untuk menggali lebih dalam visi dan misi dari gubernur dan wakil gubernur baru, karena kalau di ruangan dewan, kita dibatasi oleh protokoler, formalitas serta keterbatasan lainnya,” kata Anwar Pua Geno.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengapresiasi kehadiran pimpinan dan anggota DPRD NTT dalam forum tersebut. Hal ini menandakan adanya dukungan dan sinyal positif dari dewan karena menurut Dia, membangun NTT tanggung jawab bersama.

“Kami sangat senang kita bisa berkumpul di forum ini untuk berdiskusi secara terbuka dan gamblang apa mimpi kita ke depan. Kita mesti punya komitmen bersama untuk membangun NTT. Marilah kita mulai gerak langkah perubahan dengan menghargai waktu,” ajak Gubernur Viktor.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu memaparkan dasar dari visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera. Menurutnya, kondisi NTT dengan keadaan termiskin kelima, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah ketiga di Indonesia, serta tidak maksimalnya pengelolaan lahan kering dan kesulitan lainnya, membutuhkan lompatan besar dan hebat.

“Bangkit menuju sejahtera berarti bicara tentang energi. Kita harus kerja serius dan luar biasa. Tidak hanya keluar keringat tapi juga keluar darah. Misinya adalah pembangunan inklusif. Siapapun boleh terlibat selama tidak mengganggu keuangan daerah,” tegas Viktor.

Menurutnya, program utama yang menjadi lokomotif utama ekonomi NTT lima tahun ke depan adalah pariwisata. NTT memiliki keindahan yang atraktif dan unik baik dari alam maupun budayananya. “Kita punya pulau yang sangat indah. Setiap hari dunia menyatakan takjub dan kagum. Ragam budaya, bahasa dan suku di NTT sangat unik dan eksotik, berbeda dengan daerah lainnya,” jelas Viktor Laiskodat.

Menurut Viktor, pariwisata telah menjadi kekuatan ekonomi dunia seperti terungkap dalam pertemuan Badan Pariwisata Dunia di Cina pada September 2017. Pariwisata memiliki keterkaitan dengan sektor lain, dan mengedepankan prinsip lima A yakni Atraktif, Aksesibilitas, Amenitas, Akomodasi dan Awareness.

Baca Juga :  Gempa 6,2 SR Guncang Kota Kupang

Bagi Viktor, berbicara tentang pariwisata berarti tidak terlepas dari jalan, hotel, tempat makan, tempat parkir, suvenir, toilet, budaya hidup bersih, sedangkan rantai pasok untuk pariwisata terutama makanan antara lain berhubungan dengan pertanian, perkebunan, energi, dan perikanan. Mestinya kebutuhan tersebut tidak perlu didatangkan dari luar daerah, tetapi disiapkan sendiri oleh masyarakat.

“Harus ada desain yang jelas terkait dengan hal ini. Juga tim kerja lapangan yang mengerti persoalan, inovatif dan giat mencari solusi,” katanya.viktor2

Quick Wins

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Viktor membeberkan tiga kebijakan prioritas atau quick wins yakni moratorium pengiriman tenaga kerja migran, moratorium tambang serta mencegah dan menangani stunting.

Terkait moratorium tenaga kerja migran, Viktor menyebutkan kebijkan itu dilakukan untuk menghindari pengiriman tenaga kerja yang tidak profesional . Pengetahuan bahasa, budaya dan keterampilannya sangat rendah.

Dalam masa moratorium ini, Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) dapat memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) mereka untuk melatih tenaga tenaga-tenaga profesional bagi kebutuhan pemerintah provinsi, dan pemerintah siap menanggung anggaran pelatihan tenaga kerja tersebut.

“Sangat kontadiktif, mimpi untuk bangkit menuju sejahtera membutuhkan tenaga produktif, bukan sebaliknya mengirimkannya ke luar.

Kita juga mau benahi sistem data dan informasi terutama di desa. Kita ajak beberapa radio untuk sosialisakan kebijakan pemerintah daerah. Juga menampung informasi tentang calo TKI Ilegal. Kita ingin benahi sistem dengan moratorium ini sambil mempersiapkan tenaga profesional yang jawab kebutuhan pasar,” jelas Viktor Laiskodat.

Terkait tambang, Dia menilai NTT tidak cocok untuk pengembangan tambang. Viktor memastikan tidak akan lagi mengeluarkan izin tambang baru, keculai tambang pasir dan batu untuk kepentingan umum dan masyakarat luas. Perusahaan tambang yang sudah clear and clean dari sisi hukum diwajibkan untuk menyiapkan dana reklamasi sebagai jaminan.

“Kita mau memastikan bekas pertambangan itu harus direklamasi. Biaya reklamasi akan dihitung bersama pemerintah provinsi. Dia harus tempatkan dana reklamasi itu di Bank NTT. Enam bulan setelah selesai penambangan dan dia tidak mau reklamasi, kita cairkan dana reklamasi. Yang tidak clear and clean, kita berhentikan,” tegas Viktor.

Tentang penanganan stunting Viktor menawarkan pendekatan yang komprehensif. Tidak hanya berkaitan dengan gizi buruk, melainkan juga menyasar rumah layak huni. Perlu intervensi bersama pemerintah pusat dan kabupaten/kota dalam menuntaskan persoalan rumah tidak layah huni yang mencapai 600 ribuan di NTT dengan target waktu tertentu.

“Persoalan stunting juga berkaitan dengan asupan makanan secara periodik dan asupan gizinya. WHO telah berhasil mengatasi gizi buruk di Afrika dengan kelor (marungga) untuk mengganti susu. Juga kita harus mendesain pangan lokal kita dalam mensuplai asupan gizi di usia emas 0-1.000 hari agar tercipta generasi NTT yang sehat dan berkualitas di masa mendatang,” ujarnya.

Baca Juga :  Petani NTT Tahan Penjualan Gabah

Karena sumber dana terbatas, Gubernur Viktor akan memprioritas daerah-daerah yang sangat urgen, atau yang mengalami kendala infrastruktur sangat memprihatinkan seperti Amfoang di Kabupaten Kupang, Elar Manggarai Timur, serta Sumba Timur bagian selatan, dan Kabupaten Alor.

“Masyarakat di tempat-tempat ini hidup dalam penderitaan. Kita terapi tempat-tempat seperti ini sampai selesai. Tidak setengah-setengah. Yang lain, yang sudah agak lancar, kita buka lebar-lebar dengan memanfaatkan teknologi. Kita mesti bangun jalan dengan perkiraan sampai 100 tahun ke depan. Jangan bangun jalan hanya pikir untuk lima tahun,” tegas Viktor.

Ajak DPRD Ciptakan Sejarah Baru

Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi

Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi

Gubernur Laiskodat juga mengajak DPRD untuk bersama menciptakan sejarah baru di NTT.

NTT bisa berperan aktif dalam menjaga ruang fiskal nasional dengan komoditi utama yakni garam dan daging. Kedua potensi ini menjadi komoditi strategis nasional yang dapat diisi oleh NTT. NTT punya bank, tim kerja, dan lahan.

“NTT punya kita semua. Kalau kita tidak mati-matian kerja dan tidak punya mimpi besar, kapan kita bisa sejahtera. Kami yakin DPRD juga punya mimpi bersama,” ujarnya.

Dalam sejarah pembangunan NTT menurut Viktor, anggota DPRD menyusun anggaran dan mengawal gubernur dan wakil gubernur untuk bekerja dengan benar. “Itulah bagian dari buat sejarah baru di NTT. Kita dipilih sama, kita kerja untuk rakyat bersama-sama,” ujarnya.

Gubernur Viktor berharap agar DPRD terus melakukan fungsi pengawasan secara ketat agar program pemerintah daerah dapat berjalan maksimal. DPRD tidak boleh diam. Demokrasi harus jalan, DPRD harus melakukan kritik konstruktif

“Saya manusia yang tidak antikritik karena saya besar dengan kritik dan penghinaan. Kritik konstruktif artinya kalau desain seperti ini, maka jalannya harus begini. Dengan pengawasan seperti ini, kami pemerintah daerah dapat sunguh-sungguh berjaga-jaga,” pungkas Viktor Laiskodat.

Menanggapi penyampaian ini, pimpinan dan anggota dewan yang hadir pada kesempatan tersebut mengapresiasi mimpi besar NTT Bangkit menuju sejahtera. Lembaga dewan berharap, apa yang menjadi visi, misi dan program strategis dan unggulan dapat diimplementasikan ke seluruh NTT melalui peran kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota.

Dewan berharap agar rapat koordinasi serupa dapat digelar antara gubernur dan wakil gubernur dengan para wali kota dan bupati. “Ini menjadi dasar kita dalam dalam mempersiapkan Ranperda RPJMD 2018-2023.

Kalau bisa bulan November akhir, Perda ini bisa diselesaikan. Pada prinsipnyanya, lembaga legislatif mendukung penuh visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk membawa NTT lebih cepat sejahtera lewat pelaksanaan tiga dewan fungsi dewan secara proporsional,” jelas Anwar Pua Geno.

Dalam kesempatan tersebut, ada sekitar 22 orang anggota dewan yang memberikan masukan, kritikan dan anjuran agar visi ‘NTT Bangkit Menuju Sejahtera’ semakin tajam dan menjawab kebutuhan masyarakat NTT. (Advertorial/Humas Pemprov NTT. Nomor: Hms.1/12/34/09/Pers/2018)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda