Home / Nasional / Pemerintah Bangun 3 PLTMG Kapasitas 100 Mw di NTT

Pemerintah Bangun 3 PLTMG Kapasitas 100 Mw di NTT

Groundbreaking PLTMG
Groundbreaking PLTMG

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Pemerintah membangun tiga Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di tiga lokasi berbeda di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kapasitas total 100 megawatt (Mw).

Tiga proyek itu ialah PLTMG Kupang Peaker berkapasitas 40 Mw di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang dengan total investasi Rp700 miliar.

Selanjutnya PLTMG Maumere berkapasitas 40 Mw di Desa Hodar, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka berkapasitas Rp694 miliar, dan Mobile Power Plant (MPP) Flores berkapasitas 20 Mw di Desa Rangko, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat dengan investasi Rp427 miliar.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek ini dilakukan Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Dusun Panaf, Desa Nifuneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Selasa (20/10) terhadap PLTMG Kupang Peaker.

Baca Juga :  Tinggi Gelombang 3 Meter, ASDP Kupang Tutup Pelayaran

Gubernur Frans Lebu Raya mengapresiasi upaya dan kerja keras General Manager PT PLN wilayah NTT dan jajarannya dalam memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat NTT.

“Hanya saja bicara soal efisiensi pembangunan kelistrikan, jika dibandingkan antara NTT dan pulau Jawa, pasti beda. Di NTT bangun 10 tiang listrik diperuntukan bagi satu rumah. Tapi di pulau Jawa, bangun satu tiang listrik untuk 10 rumah,” ujarnya.

Setelah listrik tersedia dan cukup mesti mendorong usaha industri untuk masuk ke NTT. Harus mengajak pihak investor untuk berani berinvestasi di daerah ini. Dengan begitu, terdapat banyak manfaat bagi pemenuhan perekonomian masyarakat NTT.

“Kita harus dorong orang berinvestasi di NTT. Dan ini mesti ada kerelaan dari kita semua untuk menerima mereka membangun NTT,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan, Pertamina Tambah Pasokan BBM ke Flores dan Lembata

Sebelum peletakan batu pertama, diawali video conference antara Gubernur Frans Lebu Raya dengan tiga Menteri terkait pelaksanaan pembangunan PLTMG. Ketiga Menteri itu masing-masing, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Sumarno dan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Persero, Sofyan Basyir, langsung dari Lombok, Nusa Tenggara Barata (NTB).

General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NTT Kristiyanto, mengatakan pelaksanaan tiga proyek ini berlangsung selama 15 bulan. “Kita harapkan pada akhir tahun 2018 sudah dapat dimanfaatkan,” ujarnya. (gma)

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda