Home / Hukum / Pembunuh Pendeta asal Nias Dituntut Hukuman Mati

Pembunuh Pendeta asal Nias Dituntut Hukuman Mati

Ilustrasi Pembunuhan
Ilustrasi Pembunuhan

Bagikan Halaman ini

Share Button

Palembang–Dua pembunuh pendeta muda asal Nias, Melindawati Ziomi, 24 pada Maret 2019 lalu, dituntut hukuman mati dalam sidang di Pengadilan Negeri Kayu Agung, Sumatera Selatan, Rabu (9/10). Dua pembunuh itu bernama Nang dan Hendri.

Kepala Kejaksaan Negeri OKI, Ari Bintang Prakoso, menegaskan, latar belakang tuntutan hukuman mati sesuai fakta persidangan kedua terdakwa terbukti melakukan pemerkosaan dan pembunuhan dan sudah direncanakan terlebih dahulu. Sehingga berdasarkan fakta tersebut di pasal yang dapat dibuktikan dan terbukti yakni pasal 340 KUHP yakni pembunuhan berencana.
“Terkait alat bukti yang diperoleh JPU menyimpulkan 340 KUHP dan dilakukan tuntutan pidana mati,” tegasnya.

Kuasa hukum terdakwa, Candra Eka Septiawan, mengatakan, kedua terdakwa dikenakan Pasal 338, 340, Pasal 55 Ayat 1 KUHP dan minggu depan akan menyiapkan pleidoi (pembelaan) dengan hukuman seringan-ringannya pada Rabu (16/10) depan, karena keduanya tidak melakukan pembunuhan berencana.

Baca Juga :  Ketua DPRD Ini Tertangkap Basah Mesum dengan Istri Sopir

“Selama persidangan keduanya mengakui semua perbuatannya. Semoga pleidoi yang akan disampaikan dapat dikabulkan oleh majelis hakim,” terang dia.

Kedua terdakwa Nang dan Hendri saat digiring keluar dari ruang sidang mengaku sangat menyesal dan tidak bisa berbuat banyak.

Diketahui dalam kasus perkara, Melinda Zidemi dibunuh pada akhir Maret 2019. Usai dihabisi, mayat korban Melinda Zidemi ditemukan di Areal PT PSM Divisi 3 Blok Blok F 19 Dusun Sungai Baung Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Berdasarkan kronologi, korban Melindawati dan Nita Pernawan berangkat dari divisi 4 dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo warna hitam menuju ke Pasar Jeti sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca Juga :  Dua Pelaku Pembunuhan Wartawati Noer Baety Ditangkap

Kemudian, kedua korban pulang menuju Camp Di divisi 4, tetapi sebelum sampai di divisi 4 tepatnya di divisi 3, korban diadang di jalan dengan cara jalan diblokir menggunakan batang kayu balok. Kemudian korban dicabuli dan dibunuh. (sumber: MI)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda