Home / Bisnis / Pembangunan Infrastruktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi NTT

Pembangunan Infrastruktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi NTT

Jokowi bersama Menteri PU-Pera dan Gubernur NTT meninjau Bendungan Raknamo/Foto: Lintasntt
Jokowi bersama Menteri PU-Pera dan Gubernur NTT meninjau Bendungan Raknamo/Foto: Lintasntt

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Pembangunan sejumlah proyek strategis nasional di Nusa Tenggara Timur (NTT) turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah itu.

Kepala Badan Pusat Statistisk (BPS) NTT Maritje Pattiwaellapia mengatakan  pertumbuhan ekonomi pada 2017 sebesar 5,16%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,07%.

Angka itu lebih banyak didorong oleh infrastruktur yang didanai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) seperti pembangunan jembatan, bendungan, instalasi jaringan listrik, penambahan rute penerbangan, peningkatan bongkar muat di pelabuhan, dan pembangunan terminal pelabuhan.

“Semua pembangunan infrastruktur yang sudah rampung maupun masih dalam pengerjaan dihitung jadi satu,” kata Maritje dalam konferensi pers tentang Pertumbuhan Ekonomi NTT di Kupang, Senin (5/2).

Di antaranya Pembangunan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang dengan anggaran Rp646 miliar dan pembangunan Jembatan Petuk dengan panjang 320 meter yang menelan anggaran Rp235,5 miliar.

Baca Juga :  Telkomsel Bangun 12.000 BTS Multi-band LTE

Dua bendungan masih dalam pembangunan yakni Rotiklot di Kabupaten Belu, dan Bendungan Napungete di Kabupaten Sikka. Selain itu, pembangunan terminal pelabuhan di Maumere, Kabupaten Sikka telah mencapai 80% dan pembangunan Pelabuhan di Ende dan Ippi mencapai 20%.

Meritje menyebutkan sepanjang 2017, terjadi penambahan maskapai seperti Timor Air dan Garuda Indoenesia yang menerbangi rute Kupang-Dili, Batavia Air menerbangi rute Jakarta-Labuan Bajo, dan Garuda Indonesia menerbangi rute Kupang-Makassar. “Selama triwulan 2017 terdapat 78.480 wisatawan menginap di hotel berbintang di NTT,” ujarnya.

Menurutnya, secara quartal to quartal (qtoq), sektor yang tumbuh tinggi ialah pengadaan listrik sebesar 7,62%, diikuti akomodasi dan makan minum tumbuh 7,23% dan jasa pendidikan tumbuh 5,61%. (gma/mi)

Baca Juga :  Lippo Plaza Kupang Resmi Beroperasi

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda