Home / Nasional / Pemadaman Listrik Bergilir di Kupang Berakhir 23 Februari

Pemadaman Listrik Bergilir di Kupang Berakhir 23 Februari

Kontainer mesin sudah tiba di lokasi PLTU Bolok, dan sedang Ditempatkan
Sesuai Bloknya. Foto: Humas PLN/Paul Bolla
Kontainer mesin sudah tiba di lokasi PLTU Bolok, dan sedang Ditempatkan Sesuai Bloknya. Foto: Humas PLN/Paul Bolla

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NTT  Richard Safkaur mengatakan pemadaman listrik bergilir yang berlansung sejak 4 Februari, diharapkan berakhir pada 23 Februari 2016.

Richard mengatakan hal itu setelah kapal yang mengangkut mesin genzet berkapasitas 9 Megawatt (Mw) tiba di Kupang pada Sabtu (13/2) sekitar pukul 01.00 dini hari.

PLN menyewa mesin genzet tersebut untuk mengatasi kekurangan daya listrik yang dialami PLN Kupang setelah terjadi kerusakan pada komponen ‘trust bearing’ unit 1 PLTU Bolok.

Kondisi ini mengakibatkan PLN mengalami krisis daya listrik sebesar 2,34 Mw pada malam hari, dan 6,15 Mw pada siang hari. Kondisi tersebut memaksa PLN melakukan pemadaman listrik bergilir.

Pembongkaan kontainer yang di dalamnya terdapat mesin tersebut dilakukan mulai pukul 02.00 Wita, langsung dibawa ke Kompleks PLTU Bolok. Proses pembongkaran, pengangkutan dan penempatan di lokasi pusat listrik di Bolok, diawasi  Richard Safkaur.

Baca Juga :  Kapal Penangkap Ikan yang Hilang Ditemukan Selamat

Safkaur yg didampingi Manager Teknik, Taufik Hidayat dan Manajer PLN Sektor NTT Dony Ocniza, mengatakan dalam kontrak tambahan mesin ini, pekerjaan instalasi diharapkan segera selesai sehingga bisa beroperasi masuk Sistem Kupang pada 23 Februari 2016.

“Mengingat Kota Kupang sedang mengalami padam, kami akan bekerja keras untuk bisa mengoperasikan mesin lebih cepat dari jadwal,” jelas Safkaur.

“Saya sudah minta dilakukan rapat untuk membahas kembali jadwal dalam kontrak mengenai sistem operasi. Saya minta instalasi dilakukan per blok agar bisa dioperasikan secara parsial. Blok yg sudah selesai instalasi bisa dioperasikan segera agar pemadaman berkurang secara bertahap hingga seluruh mesin beroperasi,” tambah Safkaur.

Ia mengatakan masuknya tambahan daya sebesar 9 Mw tersebut, total mesin sewa saat ini menjadi 17 Mw. Sebelumnya, sebanyak 8 Mw sudah beroperasi pada  petengahan Desember 2015. (gma)

Baca Juga :  PLN NTT Mulai Instal Mesin Pembangkit, Durasi Pemadaman Berkurang

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda