Home / Timor / Peacemaker Kupang Terus Bangun Toleransi dan Perdamaian

Peacemaker Kupang Terus Bangun Toleransi dan Perdamaian

Talkshow Membangun Toleransi dan Kesetaraan/Foto: Elya Djawas
Talkshow Membangun Toleransi dan Kesetaraan/Foto: Elya Djawas

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Komunitas Peacemaker Kupang (Kompak), Nusa Tenggara Timur (NTT) terus membangun konsolidasi antara pemuda, tokoh agama, dan pemerintah untuk menjaga toleransi dan perdamaian di daerah ini.

Ketua Kompak, Zarniel Woleka mengatakan konsolidasi bertujuan membangun sinergisitas sehingga seluruh warga memiliki satu persepsi menjaga NTT tetap damai.

Ia mengatakan itu pada acara Talkshow bertajuk ‘Membangun Toleransi dan Kesetaraan, Memperkuat Kohesi Sosial Orang Muda NTT di Kupang, Kamis, 26 November lalu. Kegiatan ini dihadiri tokoh agama, pemuda, dan TNI.

“Kegiatan ini digelar sebagai efek dari berbagai kejadian intoleran yang terjadi akhir-akhir ini. Ada ketakutan secara diam, dan ada pergerakan dalam menyikapi persoalan itu di NTT sehingga kami memandang perlu dilakukan kegiatan ini untuk menyikapinya dengan dingin dan berkomitmen dalam menjaga toleransi,” katanya.

Baca Juga :  Pekerja Tersengat Listrik 20.000 Volt di Oetete

Jeck Kleden dari Kantor Wilayah Departemen Agama NTT mengatakan, dalam konteks keberagaman, nilai-nilai kearifan lokal yang positif harus dipelihara dan dikembangkan. “Orang-orang muda yang punya pikiran kritis harus memberikan masukan kepada pemerintah demi menjaga toleransi,” ujarnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama NTT, Haji Abdul Karim mengatakan undang-undang perlindungan agama belum dibahas dan peraturan bersama menteri (PBM) masih menjadi perdebatan sejumlah kalangan. Karena itu, ia berharap nilai-nilai kearifan lokal perlu dipelihara. Umat juga diminta menaati ajaran agama masing-masing serta menghargai perbedaan.

“Saya berharap anak-anak muda tidak ikut-ikutan pemikiran yang tua karena implementasi PBM ini bagi sebagian orang tua sangat kaku,” katanya. (rr)

Baca Juga :  Listrik di Kupang Padam, PLN Minta Maaf Lewat Facebook

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda