Home / Daerah / PDAM Kota Kupang Hentikan Suplai Air ke 4.000 Pelanggan

PDAM Kota Kupang Hentikan Suplai Air ke 4.000 Pelanggan

PDAM Kota Kupang/Foto: Gamaliel
PDAM Kota Kupang/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–PDAM Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa menghentikan suplai air ke 4.000 dari 12.000 pelanggan di daerah itu lantaran kekeringan yang mengakibatkan berkurangnya debit sumber air.

Ribuan pelanggan itu berasal dari sejumlah kelurahan yakni Penfu, Naimata, Liliba, Oesapa, Oesapa Barat, Oesapa Selatan, Tuak Daun Merah, Kayu Putih, dan sebagian Kelapa Lima.

Penjabat Sementara (Pjs) Direktur PDAM Kota Kupang, Romy Seran mengatakan seluruh pelanggan PDAM tersebut selama ini mendapat suplai dari Bendungan Tilong di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

“Suplai air dihentikan karena ada gangguan kualitas air, disebabkan menurunya debit air bendungan Tilong,” kata Romy Seran di Kupang, Senin (9/9).

Baca Juga :  PLN NTT Berhasil Tingkatkan Penjualan Sebesar 10,4% di Triwulan I 2019

Bekurangnya volume air Bendungan Tilong akibat kekeringan yang menyebabkan sedimen lumpur di dasar bendungan naik ke permukaan yang berdampak terhadap kualitas air.

Sampai Senin, penghentian suplai air ke pelanggan sudah berlangsung selama satu bulan. Kondisi itu membuat ribuan pelanggan tersebut membeli air tengki yang dijual pengusaha dengan harga mulai Rp70 ribu hingga Rp120 ribu per tengki ukuran 5.000 liter.

Dia menyebutkan PDAM Kota Kupang tidak mampu berbuat banyak dengan kondisi tersebut. Pasalnya ribuan pelanggan itu hanya terhubung dengan jaringan pipa yang berasal dari Tilong.

Saat ini, Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (Blud-Spam) NTT yang mengelola sumber air Tilong menurut Dia, masih melakukan pembersihan agar air bisa dialirkan kembali oleh PDAM ke pelanggan. Selain itu, PDAM Kota Kupang mulai mempersiapkan alternatif lain jika pasokan air dari sumber air lainnya ke rumah penduduk terkendala akibat penurunan debit.

Baca Juga :  Belum Ada Pembagian Kartu Tani di NTT

Salah satu langkah yang ditempuh ialah menjadwalkan ulang pasokan air dari biasanya setiap hari akan dikurangi menjadi 3-4 kali dalam seminggu sehingga air dapat terbagi rata kepada seluruh palanggan. “Untuk jadwal yang normal saja, ada sumber air yang hanya mampu dipasok ke pelanggan satu kali dalam seminggu,” kata Dia. (mi/gma)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda