Home / Humaniora / Oxfam Kampanye Setop Kekerasan Perempuan dan Anak Perempuan

Oxfam Kampanye Setop Kekerasan Perempuan dan Anak Perempuan

stop

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Oxfam Indonesia memperluas kampanye bertajuk ‘Cukup’ ke lokasi mitra Program Keadilan Gender Oxfam di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kampanye melibatkan tujuh lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Konsorsium Timor Adil dan Setara terdiri dari Konsorsium Timor Adil dan Setara merupakan gabungan dari LBH APIK NTT, CIS Timor, Bengkel APPeK, KPI Wilayah NTT, Lopo Belajar Gender, Yayasan Sanggar Suara Perempuan di TTS dan Yabiku di TTU.

Kampanye berlangsung selama 16 hari mulai 25 November-10 Desember 2017.

Tema kampanye ini ialah Peran Aktif Anak Muda dan Perempuan dalam Menghentikan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Perempuan. Pada 2016, kampanye ‘Cukup’ bertema Setop Perkawinan Anak.

Baca Juga :  Minggu, Rombongan Kesenian Tiongkok Pentas di Kupang

Irwan Firdaus dari Oxfam Indonesia di Kupang, Jumat (8/12) mengatakan pemilihan tema tersebut bertolak dari tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT. Sebuah riset yang digelar Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik NTT menyebutkan selama 2013-2016 terjadi 119 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

Dari jumlah itu, kasus perkosaan dan gang rape menduduki peringkat pertama dan kedua. “93 persen korban perkosaan adalah anak-anak di bawah 18 tahun. Sebagian besar pelaku merupakan orang terdekat atau dikenal korban seperti keluarga 56 persen, pacar 26 persen dan sisanya tukang ojek, guru dan tetangga,” ujarnya lewat siaran pers.

Angka yang disebutkan tersebut hanya berasal dari akses korban yang melaporkan kasusnya. Masih banyak korban yang tidak memiliki akses sehingga kasusnya tidak terlaporkan.

Baca Juga :  Wartawan Metro TV Tewas Kecelakaan di Atambua

Karena itu sasaran kampanye tahun ini menurut Dia ialah orang muda karena mereka dinilai terbuka dalam menerima perubahan ataupun cara pandang baru. “Orang muda diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak.” ujarnya. (mi/po)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda