Home / Nasional / Orang Tua Tak Usah Cemaskan Berita Vaksin Palsu

Orang Tua Tak Usah Cemaskan Berita Vaksin Palsu

Ilustrasi Vaksin/Foto: Tribun
Ilustrasi Vaksin/Foto: Tribun

Bagikan Halaman ini

Share Button

Jakarta–Orang tua diminta tidak perlu cemaskan berita vaksin palsu karena vaksin palsu tidak memiliki efek perlindungan layaknya vaksin asli yang berisi virus yang dilemahkan.

Namun, bukan berarti orangtua harus mengurungkan niat melindungi sang buah hati dengan vaksin. Menurut Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes, Maura Linda Sitanggang, saat ini kementerian masih melakukan pendataan mengenai fasilitas kesehatan mana saja yang terbukti menggunakan vaksin palsu dan jumlah anak yang menerimanya.

Untuk menenangkan kekhawatiran orangtua terhadap peredaran vaksin palsu, Kementerian Kesehatan pun menyampaikan tujuh alasan agar orangtua tetap tenang seperti diposting dalam akun twitter @KemenkesRI.

Pertama, jika anak Anda mendapatkan imunisasi di posyandu, puskesmas, dan rumah sakit pemerintah, vaksin disediakan oleh pemerintah yang didapatkan langsung dari produsen dan distributor resmi. Jadi vaksin dijamin asli, manfaat dan keamanannya.

Baca Juga :  Air Laut Berubah jadi Warna Hijau di Ende, Pertanda Apa?

Kedua, jika anak Anda mengikuti program pemerintah, yaitu imunisasi dasar lengkap, di antaranya Hepatitis B, DPT, Polio, Campak, BCG, pengadaannya oleh pemerintah didistribusikan ke Dinas Kesehatan hingga ke fasyankes. Jadi dijamin asli, manfaat dan keamanannya.

Ketiga, jika peserta JKN dan melakukan imunisasi dasar misalnya Vaksin BCG, Hepatitis B, DPT, Polio dan Campak, pengadaan vaksin didasarkan pada Formas dan e-catalog dari produsen dan distributor resmi, jadi asli dan aman.

Keempat, ikuti program imunisasi ulang seperti DPT, Polio, Campak. Tanpa adanya vaksin palsu, imunisasi ini disarankan (harus) diulang. Jadi bagi yang khawatir, ikut saja imunisasi ini di posyandu dan puskesmas.

Kelima, diduga peredaran vaksin palsu tidak lebih dari satu persen di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Ini relatif kecil secara jumlah vaksin yang beredar dan wilayah sebarannya.

Baca Juga :  SAR Kupang Evakuasi Dua Nelayan Terjebak Gelombang Tinggi

Keenam, dikabarkan isi vaksin palsu itu campuran antara cairan infus dan gentacimin (obat antibiotik) dan setiap imunisasi dosisnya 0,5 cc. Dilihat dari isi dan jumlah dosisnya, vaksin palsu ini dampaknya relatif tidak membahayakan.

Ketujuh, karena vaksin palsu dibuat dengan cara yang tidak baik, maka kemungkinan timbulkan infeksi. Gejala infeksi ini bisa dilihat tidak lama setelah diimunisasikan. Jadi kalau sudah sekian lama tidak mengalami gejala infeksi setelah imunisasi bisa dipastikan aman. Bisa jadi anak Anda bukan diimunisasi dengan vaksin palsu, tetapi memang dengan vaksin asli. (suara.com)

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda