Home / Hukum / Oknum Pegawai Bank NTT Diduga Bobol Rekening Nasabah

Oknum Pegawai Bank NTT Diduga Bobol Rekening Nasabah

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Dua oknum pegawai Bank NTT diduga membobol rekening nasabah sebesar Rp50 juta.  Dugaan pembobolan rekening ini terjadi di Kantor Cabang Utama Bank NTT. Pelaku berinisial NM dan SDC. Informasi yang dihimpun menyebutkan dana dari rekening nasabah ditransfer ke rekening NM menggunakan user dan password milik SDC.

Kejadian berawal pada 13 Oktober 2015. Ketika itu NM diketahui melakukan postingan fiktif pada transaksi kemudian mengirim uang tersebut ke rekening SDC.

Persoalan ini terkesan ditutup. Misalnya ketika wartawan menanyakan persoalan ini ke Bonafasius Ola Masan yang menjabat Kepala Cabang Utama Kupang Bank NTT, ia tidak bersedia menerima wartawan.

“Pak Pimpinan cabang tidak mau ketemu teman-teman wartawan terkait kasus ini,” jelas Wakil Pimpinan Cabang Bidang Operasional Jusuf Louk. Namun ia membenarkan kasus tersebut.

Baca Juga :  Jemaat Gereja Lahairoi Tofa Diserang, Tiga Orang Kritis

Direktur Umum Bank NTT Adrianus Cheme menjelaskan, saat ini Bank NTT sedang melakukan investigasi internal terkait hal ini. “Kami sudah terima laporan dan sedang lakukan investigasi. Hasilnya seperti apa nanti akan kami bawa ke sidang direksi untuk putuskan dan beri sanksi kepada yang bersangkutan (NM dan SDC),”ujarnya.

Ia mengatakan investigass dilakukan secara independen dengan melihat semua pihak dan tingkat kesalahan yang dilakukan. Bahkan tidak ada kesan tebang pilih seperti yang dituduhkan oleh pihak luar dalam melihat kasus ini.

“Kami akan tindak semua pihak yang bermain dalam kasus ini. Jadi tidak ada kesan tebang pilih. Dalam waktu dekat sudah ada hasil investigasi internal terkait soal ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap 13 Pelaku Perdagangan Manusia di Kupang

Mantan direktur Bank NTT Amos Corputy mengatakan kasus tersebut terjadi akibat kurangnya pengawasan dari pihak Bank NTT. “Kalau pengawasan lemah dari Bank, ya.. akibatnya begini. Bahkan hal ini bukan pertama kali. Ketika saya masih menjabat Direktur Bank NTT kasus seperti ini juga terjadi, dan saya pecat pelakunya.  Karena itu pengawasan dari direksi harus ketat,” tegasnya. (gma/sumber seputarntt.com)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda