Home / Nasional / NTT Raih 3 Penghargaan Terbaik Pengendalian TB

NTT Raih 3 Penghargaan Terbaik Pengendalian TB

Foto: Dinas Kesehatan NTT
Foto: Dinas Kesehatan NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meraih tiga pengharga terbaik tingkat nasional atas keberhasilan pengendalian penyakit tuberkulosis (TB).

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Provinsi NTT Joyce M. Tibuludji di Kupang, Kamis (12/4) mengatakan, penyerahan penghargaan dilakukan pada peringatan Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia 2018 yang digelar Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan di Jakarta pada 24 Maret 2018.

Tiga penghargaan tersebut masing-masing diraih oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumba Timur, meraih juara 1 kategori dinas kesehatan kabupaten dan kota tuberkulosis terbaik tingkat nasional, sedangkan Dinas Kesehatan Lembata meraih juara 3  kategori yang sama.

Selanjutnya, Maria Yasinta Seu asal Kabupaten Belu meraih juara 1 kategori kader tuberkulosis terbaik.

Baca Juga :  Gubernur NTT: Indonesia Bukan Milik Satu Kelompok

Penghargan terbaik pengendalian TB diberikan untuk empat kategori untuk peringkat pertama sampai peringkat ketiga, yakni Puskesmas Tuberkulosis terbaik tingkat nasional, rumah sakit tuberkulosis terbaik tingkat nasional, dinas kesehatan kabupaten/kota tuberkulosis terbaik tingkat nasional, dan kader tuberkulosis terbaik.

Peringatan Hari TB Sedunia mengusung tema ‘Peduli TBC, Indonesia Sehat’ bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TB masih menjadi epidemi di dunia.

Di Kabupaten Belu, pengendalian TB dilakukan melalui gerakan ‘Selamat Pagi Belu, yaitu kegiatan inovasi yang berfokus pada investigasi kontak serumah dan kontak erat TB dilakuka oleh petugas kesehatan bersama kader di di seluruh desa di kabupaten tesebut sejak 2017.

Gerakan ini dilakukan melalui empat kegiatan yakni kunjungan ke 10 keluarga setiap pagi, kunjungan ke asrama dan lembaga pemasyarakatan setiap tiga hari, on the job training dan review, dan kunjungan ke rumah ke lima orang pasien. (*)

Baca Juga :  39 Penyelam di Kupang Upacara di Bawah Laut

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda