Home / Nasional / NTT, Nanti Tuhan Tolong karena Listrik Mati Tiap Hari

NTT, Nanti Tuhan Tolong karena Listrik Mati Tiap Hari

Ilustrasi listrik mati/foto: Tribunnews.com
Ilustrasi listrik mati/foto: Tribunnews.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang—“Jangan kaget kalau tiba-tiba lift mati karena mati listrik. Sudah biasa di sini,” ucap salah seorang warga Jakarta yang sedang berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Benar saja, perihal mati listrik ternyata sudah jadi hal yang biasa terjadi di Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT. Seperti tiada hari tanpa mati listrik sehingga NTT pun diplesetkan nanti Tuhan tolong.

Yenn, seorang warga Kupang, mengatakan persoalan mati listrik sudah bukan lagi hal luar biasa sejak awal tahun ini. Setiap hari rumahnya selalu dirundung pemadaman listrik selama beberapa jam.

Fenomena ini, kata dia, terjadi secara tidak menentu. Tahun lalu, dia menandaskan pemadaman listrik di Kupang hanya terjadi pada bulan-bulan tertentu saja. “Tahun lalu jarang mati lampu. Desember tidak pernah sama sekali, tapi sejak awal tahun lah malah tiap hari pasti mati lampu,” ucap Yenn saat ditemui di Kupang, Sabtu (13/2).

Ibu dua anak itu menceritakan pemadaman listrik biasanya terjadi pada pagi sampai siang atau malam sampai subuh. Semalam saja, Jumat (12/2), kata Yenn, pemadaman listrik terjadi pagi dan malam hari mulai pukul 22.00 Wita hingga sekitar pukul 03.00 Wita  Hari ini, (13/2), pemadaman di rumahnya terjadi pada sore hari sekitar pukul 18.00.

Saat konfrensi pers usai rapat koordinasi dengan Bank Indonesia, Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengakui daerah yang dipimpinnya masih mengalami defisit listrik. Karena itu, pemadaman listrik seringkali terjadi di berbagai daerah di NTT secara bergilir.

Baca Juga :  Dubes India Resmikan Listrik Tenaga Surya di TTS

“Jujur saja, kondisi listrik di daerah masih mengalami defisit. Kita berupaya supaya pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt (mw) bisa dialokasikan listriknya sebagian ke NTT,” saran Frans, Sabtu (12/2).

Lucunya, di sela berlangsungnya konfrensi pers, listrik mati secara tiba-tiba. Sontak para wartawan dan narasumber yang berada di ruang konfrensi pers di Hotel Aston, Kupang, kaget karena gelapnya ruangan secara tiba-tiba. Ada yang berteriak, ada yang terdengar tertawa saat semua lampu tiba-tiba mati dan ruangan berubah menjadi gelap gulita.

Namun, kejadian tersebut tidak berlangsung lama. Dalam hitungan detik seluruh listrik di hotel tersebut pun kembali menyala.

“Ini sudah biasa terjadi. Kalau di sini (hotel) masih untung pakai genset, bisa langsung menyala. Kalau di permukiman mesti tunggu lampu menyala,” cetus Frans.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo pun mengatakan pemerintah mesti bergerak cepat merealisasikan proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt (mw). Pemerintah daerah pun dinilainya harus membantu pemerintah dan pengusaha yang ingin membangun pembangkit listrik di daerahnya. Dia berharap pemerintah daerah bisa mempercepat penyediaan lahan dan proses perizinan di tingkat daerah.

“Rencana percepatan pembangunan listrik juga harus didukung oleh pemerintah daerah karena NTT, NTB, dan Bali masih defisit listrik,” kata Agus.

Baca Juga :  Pesiarah Semana Santa Menurun

Malahan, tidak hanya pemadaman listrik yang terjadi pada hari itu. Sekitar mulai pukul 14.00, jaringan telekomunikasi internet di seluruh Kota Kupang tidak berfungsi. Baik jaringan internet melalui telepon seluler maupun jaringan wi-fi di seluruh hotel di Kupang tidak berfungsi. Untuk mengirim pesan singkat dan berkomunikasi melalui sambungan telepon pun seringkali mengalami gangguan.

Akibatnya, seluruh aktivitas komunikasi melalui telepon genggam terhenti. Seperti kembali pada era sebelum adanya telepon genggam, komunikasi hanya bisa melalui komunikasi fisik (face to face).

Belum diketahui secara pasti penyebab rusaknya seluruh jaringan komunikasi di wilayah Kupang tersebut. Ada yang mengatakan akibat pemadaman listrik, ada pula yang mengatakan akibat terjadinya gempa di Sumba sebesar 6,6 skala ritcher (SR).

Berangkat dari situ, terlihat sungguh miris penyediaan infrastruktur dasar di wilayah Indonesia Timur. Listrik masih mengalami pemadaman bergilir selama berjam-jam, bahkan di ibu kota provinsi. Tidak hanya itu, jaringan komunikasi mati total dan tidak ada peralatan lainnya untuk menyambungkan komunikasi ke satelit sebagai cadangan.

Sudah semestinya pemerintah pusat dan daerah sadar akan kondisi ini. Bahkan, bukan hanya sadar, tetapi juga bekerja keras membenahi permasalahan mendasar tersebut. Bagaimana daerah bisa berkembang apalagi menjadi maju, bila listrik dan jaringan komunikasinya saja masih suka padam tiba-tiba? (sumber: mediaindonesia.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda