Home / Humaniora / NTT Menolak Ide Full Day School

NTT Menolak Ide Full Day School

Ilustrasi Siswi SMK Penerima Beasiswa PIP/Foto: Gamaliel
Ilustrasi Siswi SMK Penerima Beasiswa PIP/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K)  Nusa Tenggara Timur (NTT) Pieter Manuk menilai ide sekolah seharian atau full day school memasung hak-hak anak.

“Seperti hak bermain dan bereskpresi terutama untuk anak SD dan SMP,” kata Pieter di Kupang, Kamis (11/8).

Petrus menilai implementasi ide yang dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tersebut terkendala kondisi geografis, ekonomi, serta sarana dan prasarana.

“Kami mendukung tapi untuk menyelesaikan masalah yang ada, daripada melontarkan hal baru yang kemudian jadi gonjang-ganjing. Akhirnya energi sebagian guru tersita untuk membahas hal-hal ini,” ujarnya.

Terkait ide tersebut, Pieter minta pemerintah melakukan kajian mendalam sebelum mengeluarkan satu regulasi baru yang berhubungan dengan sistem mendidik anak. Jangan mengeluarkan keputusan yang kemudian tidak implementatif.

Baca Juga :  Indonesia-Timor Leste Kerjasama Tanggulangi AIDS

Menurutnya persoalan yang mesti diselesaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ialah menuntaskan persoalan kurikulum 2013 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). (gma/sumber: mi/palce amalo)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda