Home / Daerah / NTT Hanya Sumbang 0,66% ke Pertumbuhan Ekonomi Nasional

NTT Hanya Sumbang 0,66% ke Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro /Foto: Bappenas
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro /Foto: Bappenas

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebutkan sumbangan Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada 2018 ya sebesar 0,66%.

Sesuai data BPS NTT, angka itu naik 1% sejak 2016. Pada 2015, sumbangan NTT terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 0,65%.

Sebaliknya, kontribusi NTT terhadap ekonomi wilayah setempat mencapai 43,21%, paling banyak disumbang oleh Kota Kupang sebesar 22,11% dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi 6,75%, sedangkan kontribusi terendah berasal dari sumba Tengah sebesar 1,09%,

Menurut Bambang, untuk mendukung capaian target pertumbuhan ekonomi nasional 2020 antara 5,3-5,5%, pertumbuhan ekonomi NTT harus tumbuh minimal 5,16% dari saat ini 5,13%.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) maksimal 3,34%, indeks pembangunan manusia (IPM) minimal 65,90, dan tingkat kemiskinan maksimal 19,3%. Seusai data BPS pada Maret 2018, prosentase kemiskinan NTT masih tinggi yakni 21,35%.

Baca Juga :  ASDP NTT Tutup Tiga Rute Pelayaran Akibat Cuaca Buruk

“Ke depan, kita harus meningkatkan pertumbuhan potensial, menjaga stabilitas makroekonomi, serta memastikan inklusivitas dan keberlanjutan pembangunan ekonomi,” katanya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) NTT dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi NTT 2020, Jumat (29/3) malam.

Adapun inflasi nasional pada 2020 berkisar 2,0-4,0%, dan nilai tukar rupiah pada kisaran Rp14.000 hingga Rp14.400 per dolar. Tingkat kemiskinan nasional juga ditargetkan 8,5-9,0%, rasio gini sebesar 0,375-0,380%, TPT 4,8-5,1%, dan IPM 72,5.

Bambang menyebutkan sumber pertumbuhan utama NTT berasal dari tiga sektor yakni pertanian, kehutanan, dan perikanan 29,19%, kemudian administrasi pemerintah, pertanahan, dan jaminan sosial wajib 12,70%, sektor perdagangan besar dan eceran 10,59%, dan sektor konstruksi sebesar 10,59%

Baca Juga :  Mesin Rusak, Tanker Ocean Princess Karam di Laut Alor

“Kontribusi sektor industri pengolahan di NTT cenderung meningkat, meskipun pertumbuhannya menurun di tahun terakhir. Sebaliknya kontribusi sektor pertambangan dan penggalian menurun yang tercermin dari nilai ekspor produk tambang tembaga dan konsentrat menurun sejak 2010-2016,” ujarnya. (gma)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda