Home / Travel / NTT Butuh Penerbangan Internasional

NTT Butuh Penerbangan Internasional

Sosialisasi Transport Tourism Stimulus Package Kementerian Pariwisata di Kupang, Rabu (8/3)./Foto: Humas
Sosialisasi Transport Tourism Stimulus Package Kementerian Pariwisata di Kupang, Rabu (8/3)./Foto: Humas

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya berharap pemerintah pusat membuka rute penerbangan langsung dari luar negeri ke daerah itu.

Pembukaan rute penerbangan internasional bertujuan mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus mendorong roda perekonomian daerah. NTT memiliki beragam obyek wisata yang menarik, mulai dari wisata budaya, bahari dan alam.

Lebu Raya menyampaikan hal itu dalam Kegiatan Sosialisasi Transport Tourism Stimulus Package Kementerian Pariwisata di Kupang, Rabu (8/3).

Menurutnya, NTT akan menggelar sejumlah iven nasional dan internasional mulai dari Bulan Soekarno di Kota Ende, Tour de Flores, Festival Tenun Ikat dan Parade Kuda Sandelwood di Sumba.

“Khusus untuk Festival Tenun, rencananya akan dihadiri oleh Presiden Jokowi dan para duta besar. Kami juga mengharapkan agar Badan Otorita Pariwisata Flores segera dibentuk, untuk mempercepat pertumbuhan pariwisata di daerah ini,” ujarnya.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur Judi Rifancantoro mengatakan tujuan dari Program Transport Tourism Package adalah untuk meningkatkan daya angkut udara wisatawan asing dari pasar-pasar potensial luar negeri, dan langsung menuju daerah-daerah destinasi.

Baca Juga :  Garuda Diminta Buka Rute Kupang-Darwin

“Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan turis pada 2017 sebesar 15 juta orang. Ditargetkan International Flight Seat (Kursi Penerbangan Internasional) sebesar 24 juta, namun yang disediakan Kementerian Perbubungan hanya sebesar 22 juta seat. Kapasitas dua pintu utama penerbangan internasional yakni Denpasar dan Cengkareng sudah sangat padat dan terbatas,” ujarnya.

Karena itu menurut Judi, Kementerian Pariwisata ingin mengembangkan bandara internasional di daerah destinasi pariwisata yang prospektif dengan bekerja sama dengan Kemenhub, Angkasa Pura, maskapai penerbangan dan pemerintah daerah demi mengejar kekurangan seat internasional tersebut.

Untuk memuluskan agenda tersebut, lanjut Yudi, Kementerian Pariwisata menyiapkan dua stimulus yakni Joint Promotion dan Insentif Hardselling.

Joint promotion ditujukan bagi penerbangan rute regular baru, biaya promosi Maskapai untuk rute internasional di luar Denpasar dan Cengkareng akan ditalangi Kemenerian Pariwisata, sedangkan pola Insentif hardselling ditujukan untuk Maskapai Charteran Internasional langsung ke tujuan destinasi wisata.

Baca Juga :  Jelajah Mulut Seribu di Rote Naik Perahu

“Kemenpar akan memberikan insentif uang per penumpang kepada maskapai tersebut. Kami juga mengharapkan peran serta Pemerintah Daerah berupa kesiapan atraksi budaya, akomodasi, infrastruktur dan keramahan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Aksesibilitas Udara Robert D. Waloni, menghimbau agar Pemerintah Provinsi NTT melakukan berbagai upaya dalam merawat keaslian dan keindahan alam, budaya dan bahari di NTT.

“Yang tak kalah penting, pemerintah harus segera mengupayakan dan memikirkan lahan bagi pendirian bandara berskala besar di NTT. Konektivitas udara merupakan salah unsur penting dalam pengembangan pariwisata karena 80 persen wisatawan menggunakan transportasi udara,” katanya.

Hadir pada pertemuan tersebut Kadis Pariwisata NTT, Kadis Perhubungan, Manajer Angkasa Pura Kupang, Perwakilan Maskapai Penerbangan, perwakilan ASITA, Kepala Bandara Komodo Labuan Bajo. (gma/humas setda ntt)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda