Home / Daerah / NTT Anggarkan Rp3,7 Triliun Perbaiki Jalan Provinsi Jadi Mulus

NTT Anggarkan Rp3,7 Triliun Perbaiki Jalan Provinsi Jadi Mulus

Ilustrasi: Jalan Poros Tengah Kabupaten Kupang/Foto: Gamaliel
Ilustrasi: Jalan Poros Tengah Kabupaten Kupang/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Pasangan gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi bertekadmenuntaskan pembangunan jalan provinsi sepanjang 2.650 kilometer dalam tempo tiga tahun.

Hal itu merupakan salah satu dari sejumlah janji yang disampaikan pasangan ini saat kampanye pilkada serentak tahun ini. “Target kita tiga tahun untuk jalan provinsi,” kata Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi kepada wartawan di Kupang, Senin (3/12).

Untuk itu, pemerintah daerah segera menggelontorkan anggaran sekitar Rp3,7 triliun selama tiga tahun atau antara Rp1,2-Rp1,3 triliun per tahun. Untuk membangun satu kilometer jalan mulus dengan lebar 4,5 meter, butuh anggaran sebesar Rp3,7 miliar.

Saat ini 63% ruas jalan provinsi dalam kondisi baik, namun masih butuh perbaikan, dan 37% dalam kondisi rusak. Selain itu, prioritas pembangunan lainnya ialah penyediaan air bersih dan jaringan listrik ke seluruh desa. “Kita juga merencanakan akan mendatangkan mesin penyaring air laut dan penyaring embun untuk menjadi air minum,” kata Josef.

Baca Juga :  Hujan Ringan Guyur Wilayah NTT

Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT Andre Koreh menyebutkan ada beberapa alternatif anggaran untuk pembangunan ruas jalan provinsi yakni kemungkinan berasal dari pinjaman kerjasama pemerintahh dan badan usaha (KPBU), APBD, APBN, pinjaman daerah, dan pembangunan infrastruktur non anggaran pemerintah.

“Itu skema-skema alternatif yang dipakai untuk menyelesaikan persoalan jalan dalam tiga tahun,” ujarna.

Menurutnya, rencana pembangunan jalan dalam tiga tahun tersebut sudah mendapat dukungan dari DPRD. Salah satunya yakni DPRD menyetujui anggaran pembangunan jalan sebesar Rp600 miliar atau naik hampir tiga kali lipat dari anggaran pembangunan jalan tahun lalu. “Anggaran ini dikucurkan di masa transisi pemerintahan sebelumnya dan pemerintahan saat ini,” katanya.

Baca Juga :  Depdagri Janji Segera Selesaikan Persoalan Tapal Batas Matim dan Ngada

Dia memastikan anggran pembangunan jalan dapat mencapai triliunan rupiah pada anggaran perubahan 2019. Akan tetapi, pemerintah daerah juga sedang menjajaki penjaman lewat salah satu perusahaan BUMN untuk mendanai pembangunan jalan tersebut.

Selan itu salah satu fokus pemerintah ialah membangun embung kecil di seluruh desa di Nusa Tenggara Timur untuk menampung air pada musim hujan yang nantinya dimanfaatkan warga pada musim kemarau. “Setiap tahun, kita defisit 1,8 kubik air tetapi ada juga air berlebihan pada musim hujan,” katana.

Menurut Andre, embung yang akan dibangun sekitar 4.000 buah, saat ini sudah terbangun sebanyak 1.125 buah. Adapun anggaran pembangunan embung sebesar Rp1,2 miliar. “Untuk bendungan, NTT butuh 70, saat ini sedang dalam pembangunan tujuh bendungan,” katanya. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda