Home / Politik / Niko Beri Pencerahan Soal Peran Wakil Wali Kota

Niko Beri Pencerahan Soal Peran Wakil Wali Kota

Jonas Salean-Nikolaus Frans (Sahabat)
Jonas Salean-Nikolaus Frans (Sahabat)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Pasangan calon wali Kota Kupang Jonas Salean-Nikolaus Fransiskus (Sahabat) kembali melanjutkan kampanye dialogis guna memaparkan visi misi serta program kerja mereka.

Pada Kamis (19/1), ‘Sahabat’ melakukan kampanye dialogis di Kelurahan Oeba kemudian dilanjutkan di Kelurahan Oesapa Selatan, didampingi para pimpinan partai, antara lain Ketua DPC PDIP Yes Loude bersama fungsionaris enam partai pendukung lainnya.

Calon wakil walikota Nikolaus Frans dalam kampanyenya mengklarifikasi berbagai isu yang menyebut jika dirinya sakit. “Yang sering menyebut saya sakit, mungkin dia yang sakit moral,” kata Niko mengawali kampanyenya.

Menurut Niko, seorang pemimpin harus jujur terhadap rakyatnya. Pemimpin, katanya lagi, harus konsisten, konsisten antara pagi dan sore. Apa yang disampaikan pagi hari harus sama seperti yang disampaikan sore. Warga Kota Kupang, lanjutnya, telah memiliki seorang Jonas Salean yang sangat konsisten dalam kata dan perbuatan.

“Apakah dengan membolak balik anak-anak dan orang tua siswa untuk mengurus PIP disebut jujur? Harus ada konsistensi antara pagi dan sore. Jika tidak ada konsistensi maka rakyat yang akan jadi korban. Kita memiliki Jonas Salean. Kalau dia bilang hotmix jalan, ya di-hot mix. Kalau bilang pasang lampu ya pasang. Itu yang disebut pemimpin yang konsisten dan jujur,” demikian Niko.

Baca Juga :  Bupati TTU Siap Ikuti Penjaringan Calon Gubernur

Ditegaskan Niko, seorang pemimpin di dalam otak dan hatinya sudah mengetahui dengan pasti apa yang dilakukan terhadap warganya. “Jonas Salean sudah tahu pasti apa yang dialami dan sudah tau apa yang akan dibuatnya terhadap warga kota. Kita sudah memiliki Jonas Salean yang luar biasa, ngapain kita cari walikota yang biasa-biasa saja,” kata Niko disambut tepuk tangan warga.

Pada saat itu, Niko Frans memberikan pencerahan terhadap peran seorang wakil walikota. Menurut dia, di negara ini, tidak ada yang namanya kantor wakil wali kota, wakil bupati dan wakil gubernur.

“Itu artinya wakil itu pembantu. Tapi selama ini ada wakil yang ngotot mau berperan melebihi peran wali kota. Mau mutasi juga dia tasibuk. Tugas wakil ya pengawasan, lakukan itu. Kalau pegawai tidak tertib tanya wakilnya, bukan kritik walikota. Itu artinya wakil tidak sehat, dalam artian dalam melakukan pengawasan,”demikian kata mantan anggota dewan kota ini.

Baca Juga :  Jefri Riwu Kore Sosialisasi Empat Pilar Negara

Calon Wali Kota Kupang Jonas Salean dalam kampanyenya mengungkapkan akan tetap memrioritaskan tiga hal dalam lima tahun ke depan, diantaranya penataan infrastruktur jalan, lampu jalan dan air bersih. Khusus jalan, akan terus ditingkatkan menjadi jalan hotmix. Lampu jalan juga terus ditambah, terutama lampu merkury di perempatan dan pertigaan jalan serta di lokasi umum. Demikian halnya air bersih, solusinya telah ditemukan.

“Kita melakukan penataan ini sehingga kalau Kota Kupang memiliki jalan yang bagus, penerangan yang baik dan air bersih yang cukup maka investor akan datang ke kota ini sehingga menyerap banyak tenaga kerja. Itu intinya,” ujarnya. (*)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda