Home / Politik / Nelson-Bernard Perjuangkan Pembentukan Kabupaten Amfoang

Nelson-Bernard Perjuangkan Pembentukan Kabupaten Amfoang

Nelson Matara/Foto: Tribunews
Nelson Matara/Foto: Tribunews

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) Nelson Matara asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendaftar sebagai bakal calon bupati Kabupaten Kupang periode 2018-2023.

Nelson berpasangan dengan Bernard Bait sebagai bakal calon wakil bupati. “Salah satu program prioritas kami ialah melakukan persiapan Amfoang sebagai daerah otonomi baru,” kata Nelson di Kupang, Minggu (28/5/2017).

Pasangan Nelson Matara-Bernard Bait maju bakal calon bupati dengan taglina ‘Tirosa’ telah mendaftar di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Kupang dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Program lain ialah menjadi Kupang sebagai daerah lumbung padi dan ternak di Nusa Tenggara Timur. Amfoang adalah wilayah Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste sering terisolasi di musim hujan akibat banjir.

Baca Juga :  Jefri Riwu Kore Siap Maju di Pilkada Kota Kupang

Kondisi seperti ini dsebabkan sebanyak 80 sungai yang memisahkan Kota Kupang dengan daerah ini belum memiliki jembatan penghubung. Selain itu, kondisi jalan yang sebagian besar belum beraspal menjadikan jarak tempuh dengan Kota Kupang mencapai antara 8-10 jam.

Wilayah Amfoang memiliki lima kecamatan yakni Amfoang Selatan, Amfoang Barat Daya, Amfoang Timur, Amfoang Utara, dan Amfoang Barat Laut. Selama puluhan tahun warga Amfoang terisolasi, tetapi belum berhasil diatasi pemerintah Kabupaten Kupang karena pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan butuh anggaran besar.

Perjuangan menjadikan Amfoang sebagai daerah otonom baru untuk pemerataan pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, serta mensejahterakan masyarakat setempat.

Nelson menyebutkan PDI Perjuangan memiliki lima kursi di DPRD dan PKB memiliki dua kursi, memenuhi syarat untuk mendaftar bagi pasangan calon mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Kami berkoalisi dengan PKB sehingga mencapai tujuh kursi, memenuhi syarat yang ditetapkan yakni pasangan calon yang mendaftar minimal diusung parpol atau gabungan parol dengan jumlah kursi minimal tujuh,” ujarnya. (gma/mi)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda