Home / Politik / Nelayan Lasiana Siap Menangkan Jonas-Niko

Nelayan Lasiana Siap Menangkan Jonas-Niko

Jonas-Niko
Jonas-Niko

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 250 pemilih yang bermukim di Kampung Nelayan, Kelurahan Lasiana bertekad memenangkan pasangan Jonas Salean-Nikolaus Frans pada Pilkada 15 Februari 2015 mendatang.

Kebulatan tekat 21 KK yang sebagian besarnya nelayan itu disampaikan ketika calon walikota Jonas Salean mengunjungi mereka. Para nelayan ini mengundang Jonas Salean guna menyampaikan dukungannya, karena mereka tidak melaut akibat cuaca yang belum membaik.

Tokoh masyarakat di perumahan nelayan Yori Touk mengawali dialog dengan Jonas Salean mengungkapkan, bahwa ke-21 KK nelayan atau sekitar 250 jiwa yang memilih hak pilih telah bersepakat untuk mendukung Paket Sahabat.

“Kami ada sekitar 250-an pemilih dan telah bersepakat untuk mendukung Paket Sahabat. Bagi kami di sini, Pak Jonas Salean adalah harga mati. Kami siap pertahankan kursi walikota yang sekarang bapak duduki,” ujarnya di depan Jonas Salean.

Baca Juga :  Iban Medah Maju jadi Caleg DPR RI dari Hanura

Pada kesempatan itu, Yori menyampaikan beberapa masukan agar menjadi perhatian Paket Sahabat jika terpilih kelak. Diantaranya memperhatikan nasib 21 KK nelayan terutama peralatan nelayan seperti perahu dan motor ketinting. Juga ia meminta agar Pemkot memperhatikan perumahan nelayan di Lasiana serta menyalurkan berbagai bantuan bagi mereka karena selama ini belum semua bantuan sampai di Kampung Nelayan.

Sementara calon walikota Jonas Salean pada kesempatan itu menyampaikan bahwa, khusus untuk perumahan di kampung nelayan, masih terkendala di sertifikat. Pasalnya, tanah di lokasi tempat pembangunan rumah nelayan bersertifikat Pemkot, sementara bangunan rumah nelayan milik Departemen Kelautan dan Perikanan.

“Kita masih tunggu surat hibah dari Kementrian Kelautan. Kita sudah usulkan,” ucap Jonas di depan 21 KK nelayan.

Terkait keluhan alat tangkap, Jonas meminta mereka untuk segera membuat proposal dalam kelompok nelayan untuk diberikan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang. Selama ini, lanjutnya, bantuan yang diberikan sering tidak tepat sasaran.

Baca Juga :  Ditanya Soal Kesiapan Jadi Calon Gubernur, Ini Jawaban Eston Foenay

“Program berkantor di kelurahan itu maksudnya untuk mengetahui langsung apa yang dibutuhkan. Selama ini terkadang bantuan yang diberikan tidak tepat sasaran. Oleh karenanya, segera buatkan proposal, apa yang benar-benar dibutuhkan dimasukan sehingga diberikan. Terkadang nelayan minta perahu motor, tapi diberikan kail, itu tidak benar,”ungkapnya.

Kepada 21 kk nelayan, Jonas meminta mereka untuk bersabar hingga tahun 2019 mendatang, karena ia yakin dalam rentang waktu ini semua persoalan terutama infrastruktur bisa diselesaikan.

“Lasiana jadi salah satu perhatian termasuk inftrastrukturnya. Kasih waktu kami sampai 2019 untuk kita hotmix seluruhnya. Saat ini jalan yang belum dihotmix tinggal 530 km, tahun ini kita siapkan sekitar anggaran untuk 250 km,” katanya. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda