Home / Humaniora / Natal Pertuni-Sofar: Kami Punya Hati untuk Melihat

Natal Pertuni-Sofar: Kami Punya Hati untuk Melihat

Perayaan Natal Pertuni dan Sofar di Kupang, Sabtu (23/1). Foto: Poskupang.com
Perayaan Natal Pertuni dan Sofar di Kupang, Sabtu (23/1). Foto: Poskupang.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Sobat (Sofar) Fary Francis menggelar perayaan natal bersama di Restoran Nekamese Kupang, Sabtu (23/1) malam.

Perayaan natal dihadiri Mitra Kehormatan Pertuni NTT Fary Francis, Kepala Biro Kesra Setda NTT Barthol Badar, Ketua DPD Gerindra Esthon Foenay dan sejumlah anggota DPRD, wartawan, dan undangan lainnya.

Natal dengan tema ‘Hidup Bersama sebagai Keluarga Allah’ dipimpin bergantian oleh dua pelayan yakni Pendeta Deby M Molana Rissi, S.Th, dan Romo Rudy Tjung Lake.

Dalam khotbahnya Romo Rudy menyebutkan banyaknya istilah yang diberikan kepada penyandang para tunanetra. Sayang, istilah-istilah tersebut tidak membantu mereka bisa melihat keindahan dunia.

Baca Juga :  Proyek Saluran Irigasi di Helabeik Diminta Dilanjutkan

“Banyaknya istilah tunanetra tidak menghapus kondisi kami. Kami tetap buta,” ujarnya. Ia mengatakan, orang buta tidak dapat melihat dengan mata, tetapi ia dapat melihat dengan hati. “Kami punya hati untuk melihat.’

Natal diperingati sebagai hari lahirnya Yesus Sang Juruselamat Dunia, sehingga natal membawa terang kehidupan. Bahwa sesungguhnya kita telah melihat terang itu. “Orang yang menerima terang itu menerima karunia,” ujarnya.

Sesuai ibadah natal, Fary mengatakan saat ini Komisi VIII DPR tengah membahas RUU Disabilitas yang akan melakukan pemberdayaan terhadap para tunanetra.

DPR melihat para tuna netra memiliki kekuatan dan potensi yang dapat dikembangkan. “Potensi dan kekuatan apa yang mereka miliki, akan dikembangkan dari situ,” ujarnya.

Baca Juga :  SAR Temukan Jenasah Yosep Amaunut

Sementara itu Barthol Badar mengatakan tahun ini pemerintah menyedikan 2.000 beasiswa pendidikan bagi putra-putri NTT yang memiliki keterbatasan ekonomi, termasuk anak-anak dari para tunanetra yang akan melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi. (gma)

Tags : # #

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda