Home / Hukum / MK Tolak Gugatan Sengketa Pemilu Kada NTT

MK Tolak Gugatan Sengketa Pemilu Kada NTT

foto polce-4

Bagikan Halaman ini

Share Button

JAKARTA—LINTASNTT.COM: Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan pasangan calon gubernur Eston Foenay-Paul Edmundus Tallo terhadap KPU Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (27/6).

Dengan penolakan tersebut pasangan calon gubernur Frans Lebu Raya-Benny Litelnoni tetap menjadi gubernur dan wakil gubenur Nusa Tenggara Timur periode 2013-2018. “Menyatakan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ujar Hakim Ketua Akil Mochtar saat membacakan putusan di MK tersebut.

Mahkamah berpendapat pokok permohonan pasangan Esthon-Paul tidak beralasan menurut hukum. Pelanggaran pada pemilu kepala daerah yang disampaikan pasangan ini tidak dikategorikan sebagai pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistimatis dan masif yang memengaruhi perolehan suara pasangan calon gubernur.

Hakim juga berpendapat, kendati dalil pemohon dinggap benar antara lain menyebutkan ada 15 tempat pemunggutan suara (TPS) di lima desa di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka yang tulisannya sama dengan menggunakan warna dan tinta yang sama dalam formulir C1-KWK, namun tidak sampai mengubah perolehan suara masing-masng pasangan calon gubernur sehingga tidak ada pasangan calon yang dirugikan.

Baca Juga :  Gadis 15 Tahun Tewas Terinjak di Open House JK

Sidang dihadiri oleh pasangan Esthon-Paul serta calon wakil gubernur Benny Litelnoni bersama kuasa hukum dan simpatisan. Pasangan Esthon-Paul diusung partai Gerindra sedangkan pasangan Frans-Benny diusung Koalisi Kebangsaan terdiri dari PDI Perjuangan, PKS, Hanura, PKB, PPP, dan Golkar.

Sebelumnya pada pleno penetapan perolehan suara pemilu kada di KPU NTT pada 1 Juni lalu, pasangan Pasangan Frans-Benny mengumpulkan 1.067.054 atau 51,25% dari 2.081.942 suara sah. Sedangkan pasangan Esthon Foenay-Paul Tallo mengumpulkan 1.014.888 suara atau 48,75%. Selisih suara dua pasangan ini 52.166 atau 2,51%. Esthon-Paul kemudian menggugat KPU NTT ke MK karena menduga kuat terjadi kerurangan selama proses pemilu kada NTT putaran kedua yang merugikan pasangan tersebut. (GBA)

Baca Juga :  Warga Dua Kampung di Manggarai Bentrok

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda