Home / Nasional / Mesin Diesel 8 Mw Tiba di Kupang, Pemadaman Listrik Bergilir Berakhir

Mesin Diesel 8 Mw Tiba di Kupang, Pemadaman Listrik Bergilir Berakhir

Kegiatan bongkar kontainer yang memuat mesin Diesel dari KM Bahari 6 di Pelabuhan Tenau, Minggu (20/12),/Foto: Humas PLN NTT/Paul Bolla
Kegiatan bongkar kontainer yang memuat mesin Diesel dari KM Bahari 6 di Pelabuhan Tenau, Minggu (20/12),/Foto: Humas PLN NTT/Paul Bolla

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kapal Motor Bahari 6 yang mengangkut mesin rental 8 Megawatt (Mw) sandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Lontar, Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (20/12) sekitar pukul 18.00 Wita.

Sebanyak 16 kontainer yang berisi mesin pembangkit tersebut langsung diturunkan menggunakan crane untuk selanjutnya diangkut ke Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) Tenau.

“Mesin ini kami tempatkan di PLTD Tenau untuk pemulihan pemadaman selama natal dan tahun baru,” ujar General Manager PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur Richard Safkaur kepada lintasntt.com.

Mesin pembangkit tersebut merupakan bagian dari 20 Mw yang direncanakan ditempatkan di Kupang. Sisanya 12 Mw segera menyusul pada minggu ke-4 Desember 2015.

Menurutnya, informasi yang disampaikan dari PLN sebelumnya, yang menyebutkan kapal listrik berkapasitas 60 Mw asal Turki tiba di Kupang, keliru. “Kapal yang saya maksud adalah LCT (Landing Craft Tank) pengangkut mesin rental 8 Mw berbahan bakar solar,” ujarnya.

Baca Juga :  Jokowi Tetapkan Gambar Herman Johannes di Uang Logam NKRI Rp100

Proses pembongkaran disaksikan GM PLN Wilayah NTT Richard Safkaur, didampingi Manajer Perencanaan PC Didit, Manajer PLN Sektor NTT Dony Ocniza dan Manajer Pusat Listrik Kupang Kris Rame.

Sementara itu seluruh kontainer sudah diangkut ke lokasi PLTD Tenau, langsung diinstalasi menghubungkan satu mesin dengan mesin lainnya. Pekerjaan dilakukan maraton dalam tiga shift kerja selama 2-3 hari.

Menurut Richard, jika semua pekerjaan lancar, pada 23 Desember 2015, sudah bisa terhubung (sinkron) ke Sistem Kupang. Masuknya 8 Mw akan menambah daya mampu sistem Kupang menjadi 60 Mw atau sama dengan beban puncak. Dengan demikian neraca daya menjadi sama atau pas, sehingga tidak dilakukan pemadaman bergilir lagi. (gma/Humas PLN NTT)

Baca Juga :  Unika Atma Jaya Anugerahkan Frans Seda Award

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda