Home / Nasional / Merugi, Peternak NTT Menolak Kirim Sapi ke Jakarta

Merugi, Peternak NTT Menolak Kirim Sapi ke Jakarta

Peternakan Sapi/Foto: Pixabay.com
Peternakan Sapi/Foto: Pixabay.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Peternak sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak mengirim sapi ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan daging nasional karena merugi.

Buce Frans, Manager Operasi PT Bumi Tirta, perusahaan yang memiliki ribuan sapi di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur menyebutkan kerugian peternak diduga permainan mafia daging sapi.

Kerugian peternak terjadi sejak beroperasinya kapal pengangkut ternak Camara Nusantara 1 pada 15 Desmber 2015. Ketika itu Frans mengaku menderita kerugian lebih dari Rp100 juta dari 100 ekor sapi yang dikirim melalui kapal tersebut.

Kerugian itu berasal dari ongkos angkut sapi dari kandang ke Karantina Hewan hingga tiba di Jakarta, penyusutan, dan permainan harga daging sapi tersebut. “Saya dan peternak lainnya mengirim 353 ekor sapi dan kami menderita kerugian,” katanya, Selasa (19/1).

Baca Juga :  Edi Wanimbo Tewas Ditembak di Bagian Perut

Kerugian terjadi antara lain harga daging sapi ditetapkan Rp35.000 per kilogram (kg), lebih murah dari harga daging sapi yang dijual ke pedagang di Jakarta berkisar Rp48.000-Rp50.000 per kg. Sedangkan harga daging sapi yang dijual pedagang ke konsumen sekitar Rp100.000 per kg.

Selanjutnya selama pelayaran, ternak yang rata-rata memiliki berat 300 kilogram, mengalami susut hingga 15%. Susut yang dialami ternak lebih besar ketika ternak masih diangkut menggunakan kapal barang yakni 10%. “Banyak peternak tidak membawa cukup pakan sehingga ternak kekurangan makanan selama pelayaran,” kata Dia. Karena merugi, menurut Dia, pada pelayaran kedua Kapal Motor Camara Nusantara 1 akhir Desember 2015, peternak tidak mengirim sapi.

Baca Juga :  Pelaku Teror Bom Samarinda Mantan Napi Terorisme

Menurutnya, jika harga daging sapi dinaikan minimal Rp42.000 per kg, barulah peternak untung. Jika tidak, sebanyak tujuh perusahaan besar pengirim ternak dari Kupang tidak bersedia mengirim sapi lagi ke Jakarta. (sumber: media Indonesia/palce amalo)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda