Home / Nasional / Menteri Tenaga Kerja Tutup PJTKI yang Diusut Brigpol Rudy Soik

Menteri Tenaga Kerja Tutup PJTKI yang Diusut Brigpol Rudy Soik

Bagikan Halaman ini

Share Button
  Kondisi Calon TKI di Penampungan PT Malindo Perkasa/Foto: George


Kondisi Calon TKI di Penampungan PT Malindo Perkasa/Foto: George

Kupang—-Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sebuah rumah yang dijadikan penampungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/11) sekitar pukul 20.20 Wita.

Rumah tersebut dijadikan kantor cabang Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indoensia (PJTKI) PT Malindo Perkasa yang berpusat di Jakarta. Hanif tiba dari Jakarta dengan Pesawat Garuda sekitar pukul 20.00 Wita langsung naik mobil menuju rumah tersebut.

Rumah itu pernah digerebek mantan anggota Satgas Perdagangan Manusia Polda Nusa Tenggara Timur. Ketika itu Rudy menemukan 52 calon TKI, dan 26 orang di antaranya tidak memiliki identitas. Akan tetapi ketika Rudy akan menetapkan tersangka, kasus ini dihentikan oleh atasan Rudy, Kombes Mochammad Slamet. Rudy kemudian melaporkan Mochammad Slamet ke Mabes Polri, Komnas HAM dan Ombudsman.

Baca Juga :  Pakar: NTT Berpotensi Jadi Gurun Pasir

Sementara pada sidak tersebut, Menteri Hanif menemukan banyak pelanggaran yang dilakukan PT Malindo Perkasa antara lain berstatus kantor cabang namun menampung tenaga kerja. “Sesuai aturan, kantor Cabang PJTKI tidak boleh menampung calon TKI,” katanya.

Hanif sempat tertahan di pintu pagar karena penghuni rumah menolak keluar untuk membukakan pintu. Bahkan lampu di dalam rumah yang sebelumnya dalam hidup, tiba-tiba mati. Hanif baru bisa masuk setelah ketua RT setempat datang kemudian meloncat pagar untuk membangunkan penghuni rumah.

Di dalam rumah, Hanif menemukan 11 perempuan termasuk seorang penjaga wanita tidur berhempitan di atas matras di dalam tiga ruangan berbeda. Hanif kemudian mewawancarai seluruh calon TKI tersebut hingga pukul 23.45 Wita, ternyata para perempuan itu ditampung sejak dua bulan terakhir.

Baca Juga :  Jokowi: "Papa Minta Pulsa" Diganti Jadi "Papa Minta Saham"

Temuan lain ialah dalam sebuah dokumen disebutkan kesehatan para calon TKI diperiksa di Rumah Sakit Mamami Kupang, namun seusai pengakuan para calon TKI, ternyata kesehatan mereka diperiksa di Klinik Citra.

Karena berbagai pelanggaran tersebut, Menteri Hanif memerintahkan kantor Cabang PJTKI itu ditutup. “Saya perintahkan kantor cabang ini ditutup, Jika tidak ditutup, saya cabut izin PT Malindo Perkasa,” ujarnya. Ia juga sempat marah karena di dinding rumah terdapat papan yang memuat tulisan para calon tenaga kerja tidak boleh membawa ponsel. “Mereka itu manusia, punya keluarga tidak bisa larang bawa handphone,” katanya. (gba/mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda