Home / Nasional / Menhub Fokus Pengembangan Pelabuhan dan Bandara di Labuan Bajo

Menhub Fokus Pengembangan Pelabuhan dan Bandara di Labuan Bajo

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengunjungi Pelabuhan Tenau, Sabtu (29/10/2016). Foto: Gamaliel
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengunjungi Pelabuhan Tenau, Sabtu (29/10/2016). Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Labuan Bajo–Kementerian Perhubungan menginginkan pengembangan Pelabuhan Labuan Bajo difokuskan menjadi pelabuhan penumpang untuk mendorong sektor pariwisata di kota yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

“Kita akan konsentrasikan pelabuhan ini untuk turis dan penumpang. Artinya nanti akan ada banyak kapal yacht dan cruise di sini,” demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, melalui siaran pers yang diterima, saat meninjau Pelabuhan Labuan Bajo, Minggu (30/10).

Menhub Budi mengatakan, pelabuhan penumpang sudah seharusnya tidak digabung dengan pelabuhan logistik atau barang agar tidak saling mengganggu. Untuk itu, ia meminta Pemda mencarikan lokasi lain yang akan digunakan sebagai pelabuhan logistik.

“Bangun pelabuhan itu harus fokus. Untuk tempat (pelabuhan) logistik kita usahakan cari di tempat lain dan sudah dibicarakan dengan Bupati untuk mencari lokasinya. Hal itu dimaksudkan agar kegiatan di pelabuhan tidak saling mengganggu,” ujarnya.

Baca Juga :  Iklan Lifebouy Dinilai Melecehkan Rakyat NTT

Lebih lanjut, Menhub Budi menjelaskan, dibangunnya pelabuhan khusus logistik juga akan menambah lapangan pekerjaan. Ia meminta Pelindo menyiapkan rencana pembangunan dan ditargetkan dalam 3 sampai 5 tahun ke depan pembangunannya selesai.

“Misalnya yang tadinya di pelabuhan ini ada 10 ribu pekerja, dengan adanya pelabuhan khusus logistik yang dibangun bisa bertambah menjadi 15 ribu pekerja. Saya minta dalam 1 bulan ini Pelindo menyiapkan. Proses pembangunannya 3 sampai 5 tahun,” ungkapnya.

Pembenahan Bandara

Selain mengembakan pelabuhan, bandara juga menjadi fokus perhatian untuk dikembangkan. Menhub Budi mengatakan yang menjadi hambatan pengembangan bandara Labuan Bajo adalah masih adanya bukit di sekitar wilayah bandara.

“Yang harus dilakukan untuk pengembangan bandara Labuan Bajo bukan perpanjangan landasan melainkan memangkas bukit. Untuk itu, tahun 2017 kita akan memangkas bukit. Baru di 2018 kita pikirkan untuk perpanjang landasan,” jelas Menhub Budi.

Menhub menjelaskan, akan mengatur ulang hierarki bandara untuk meningkatkan nilai kompetitif bandara di Indonesia. Ia mengatakan, tidak semua bandara di Indonesia harus menjadi bandara Internasional. Ia mengungkapkan, akan menjadikan bandara di Labuan Bajo menjadi sub hub dari Bandara Ngurah Rai Bali.

Baca Juga :  Fary Francis Terpilih jadi Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia

“Kalau semua bandara menjadi internasional justru nantinya dapat saling mereduksi. Jadi misalnya turi datang ke Bali dulu dua hari. Baru setelah itu ke Labuan Bajo dua hari. Sehingga kunjungannya jadi 4 hari. Kalau langsung ke sini, setelah ke sini dua hari langsung pulang. Untuk itu kita harus pikirkan sinergi, efisiensi dan skala ekonominya,” ujarnya.

“Saya sudah sampaikan ke Bupati, bandara Labuan Bajo ini kita jadikan sub dari Bali. Nanti Garuda bisa menginap di sini semua. Jadi Jika penumpang mau ke Bali dari sini itu cuma 45 menit. Asalkan kepastian dan entitasnya banyak,” jelasnya lagi. (sumber: media indonesia)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda