Home / Daerah / Mendagri Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Ende

Mendagri Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Ende

Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) bersama Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno (kanan). Foto: Lintasntt.com
Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) bersama Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno (kanan). Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila Ende, Nusa Tenggara Timur, Jumat (1/6).

Upacara dijadwalkan mulai pukul 07.30 Wita, dihadiri Gubernur NTT Frans Lebu Raya, dan Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Jelamu. Acara pokok upacara di antaranya pengibaran bendera merah putih, mengheningkan cipta, dan pembacaan teks pancasila, dan pembacaan Undang-Undang Dasar 1945.

Seusai upacara dilakuan penyerahan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik kepada 12 warga yang lahir di Ende pada 1 Juni, dan telah berusia 17 tahun.

Seusai upacara Tjahjo akan meninjau taman renungan Bung Karno yang terletak di sisi lapangan pada pukul 09.15 Wita. Dia juga mengunjungi situs pengasingan Bung Karno di Kelurahan Kota Raja. Di situ, Tjahjo meresmikan dan menandatangani prasasti patung Bung Karno.

Baca Juga :  Mama Emi Ajak Warga NTT Perangi Berita Hoax

Kepada wartawan saat menghadiri Festicval Parade Pesona Kebangsaan di Lapangan Pancasila pada Kamis (31/5) malam, Tjahjo mengatakan Bung Karno menggali nilai-nilai pancasila dari Ende.

“Bung Karno bukan menggali Ende, melainkan nusantara. Itu artina Ende menjadi bagian dari inspirasi secara nasional,” ujarnya.

Bung Karno merenung dan merenung dan menemukan buah pemikiran tentang pancasila di bawah pohon sukun bercabang lima. Lokasi tersebut kini dibuat menjadi taman dan ditempatkan patung Bung Karno duduk menghadap ke arah laut. Lokasi itu diberi nama taman renungan Bung Karno, sedangkan pohon sukun bernama Pohon Pancasila.

Pohon sukun bercabang lima itu ditanam sejak 1981 sedangkan pohon aslinya tumbang sejak 1960.

Baca Juga :  Lebu Raya Sampaikan Permohonan Maaf

Menurut Tjahjo, Ende bagian dari Indonesia menggelar pesta budaya sehingga warga dari berbagai etnis, dan agama membaur dan bergotong royong. Kegiatan budaya tersebut dilestarikan selain melestarikan nilai-nilai budaya, juga menjadi destinasi wisata. (sumber: mi/palce)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda