Home / Nasional / Mendagri Lantik Deputi BNPP Jadi Penjabat Gubernur NTT

Mendagri Lantik Deputi BNPP Jadi Penjabat Gubernur NTT

Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kiri) bersama Penjabat Gubernur NTT Robert Simbolon (kanan)/Foto: Humas Pemprov NTT
Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kiri) bersama Penjabat Gubernur NTT Robert Simbolon (kanan)/Foto: Humas Pemprov NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

Jakarta–Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melantik Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Robert Simbolon sebagai Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (17/7/2018).

Robert akan memangku jabatan Penjabat Gubernur NTT, sampai gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil pemilihan kepala daerah serentak dilantik. Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri.

Robert dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/P/2018 tentang Pengesahan Pemberhentian dengan Hormat Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur masa jabatan 2013-2018 dan pengangkatan Penjabat Gubernur NTT.

“Sebelum saya ambil sumpah, saya mau bertanya, apakah saudara Robert Simbolon bersedia diambil sumpah?” tanya Tjahjo saat akan melantik Robert sebagai Pj Gubernur NTT.
Robert pun menjawab dengan sigap.

“Bersedia,” katanya. Tjahjo mengingatkan sumpah yang akan diucapkan mengandung tanggung jawab besar kepada negara dan bangsa. Sumpah yang diucapkan juga harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan rakyat Indonesia. Tjahjo kemudian membacakan sumpah jabatan yang diikuti Robert.

Baca Juga :  Ribuan Orang sudah Dievakuasi dari Kaki Gunung Egon

Usai prosesi penagmbilan sumpah jabatan, Penjabat Gubernur NTT melakukan penandatanganan berita acara dan pakta integritas. Selanjutnya, serah terima jabatan dari mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya kepada penjabat Gubernur NTT Robert.

Pada acara tersebut, Kemendagri turut menyerahkan plakat penghargaan kepada Frans Lebu Raya yang diserahkan langsung oleh Mendagri.

Dalam sambutannya, Frans mengatakan, selama lima tahun situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di provinsi yang ia pimpin berjalan aman. Pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2018 yang berlangsung di sepuluh kabupaten di NTT pun diikuti warga dengan antusias.

Selain itu, pembangunan infrastruktur di kawasan NTT juga cukup pesat. Saat ini terdapat tujuh bendungan yang sudah dan sedang dibangun.

“Selama kepemimpinan kami, terdapat perkembangan infrastruktur, misalnya tujuh bendungan besar yang sedang dan sudah kami bangun,” kata Frans seraya menambahkan kondisi toleransi dan kerukunan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah pun berkembang pesat.

Baca Juga :  Tes Keperawanan Merendahkan Martabat Perempuan

Usai acara pelantikan, Penjabat Gubernur NTT Robert menyatakan dirinya siap melaksanakan arahan Mendagri untuk keberlangsungan roda pemerintahan di NTT.

“Sesuai arahan Pak Menteri, kami tetap akan fokus pada pelaksanaan pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat tetap berlanjut serta tidak ada gangguan hingga bekerjanya pemerintahan yang baru nanti di bawah gubernur dan wagub nanti yang terpilih,” kata Robert.

Robert menambahkan, dia juga akan melakukan sinkronisasi program-program kerja yang sudah berlangsung dan sedang berjalan dengan janji-janji politik gubernur dan wakil gubernur NTT terpilih.

Selain pelantikan dilakukan serah terima jabatan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda Provinsi NTT. (humas pemprov ntt/kemendagrib)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda