Home / Bisnis / Mendag Telusuri Penyebab Harga Bawang Putih di Kupang Tinggi

Mendag Telusuri Penyebab Harga Bawang Putih di Kupang Tinggi

Foto: lintasntt.com
Foto: lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menemukan pedagang semi grosir bawang di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang mematok harga jual bawang putih hingga Rp35.000 per kilogram (kg).

Harga sebesar itu dinilai terlalu mahal lantaran pasokan bawang putih dan bawang merah ke pasar saat ini melimpah. Menurutnya, sesuai hasil pemeriksaan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri di pasar induk Kramat Jati, Jakarta, harga jual bawang putih sebesar Rp20.000 per kg.

“Kami akan telusuri itu, supaya harganya tidak terlalu tinggi karena stoknya banyak. Ini pasti ada yang salah,” kata Enggartiasto kepada wartawan seusai melakukan pemantauan harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Naikoten 1 Kupang, Jumat (23/8).

Pekerja di semi grosir bawang, Yendro Nadeak, menyebutkan harga jual bawang putih mahal karena komoditas tersebut di daerah produsen yakni Surabaya, Jawa Timur, juga mahal.

Baca Juga :  Tim Ikkon Belu Mulai Memasuki Tahap Prototype

“Kami beli bawang putih per karung berat 19 kilogram dari Surabaya sebesar Rp500 ribu,” ujarnya.

Mendag bersama Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan rombongan juga mengunjungi Pasar Tradisonal Oebobo dan Pelabuhan Tenau Kupang untuk mengecek aktivitas bongkar muat sembako.

Selain bawang putih, harga bahan kebutuhan pokok lainnya terpantau stabil. Bahkan jauh di bawah harga di daerah lain, seperti daging sapi dijual sebesar Rp90.000 per kg, sedangkan di daerah lain terutama di Jakarta, harga daging sapi berkisar antara Rp110 ribu per kg hingga Rp112 ribu per kg.

Begitu juga harga daging ayam, kentang dan wortel stabil. Harga daging ayam berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per ekor, kentang Rp20 ribu per kg, wortel Rp15 ribu per kg, dan tomat Rp5 ribu per kg. Mendag memuji langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga harga bahan kebutuhan pokok tetap stabil.

Baca Juga :  Kota Kupang Memiliki 2.658 Kamar Hotel

Selain itu, Mendag juga menemukan lantai dua pasar Naikoten 1 tidak dimanfaatkan dan kondisi pasar terlihat tidak beraturan lantaran pedagang berjualan hingga sisi jalan menuju pasar.

“Penyakit pasar itu kalau dibangun lantai dua, orang malas karena naiknya tinggi dan bawa barang,” imbuhnya. Karena itu, ke depan, (sumber: mi)

Tags : # #

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda