Home / Daerah / Memasuki Kemarau, 4 Hotspot Muncul di Sumba

Memasuki Kemarau, 4 Hotspot Muncul di Sumba

ILUSTRASI: Sumber; BMKG
ILUSTRASI: Sumber; BMKG

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–¬†Memasuki kemarau titik panas (hotspot) mulai bermunculan di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Balai Taman Nasional (TN) Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (MaTaLaWa), Sumba Timur Maman Surahman mengatkan empat hotspot terpantau pada Senin (30/7), namun saat dilakukan pemeriksaan oleh Tim Gugus Tugas Pengendalian Karhutla TN Matalawa, empat hotspot itu berada di luar kawasan.

“Diduga hotspot tersebut berada di lahan milik masyarakat yang sengaja dibakar ntuk menumbuhkan rumput baru sebagai makanan ternak yang dilepasliarkan, atau pada ladang masyarakat bekas tanaman palawija yg sengaja dibakar sehingga memudahkan pengerjaan saat musim tanam berikutnya,” katanya.

Namun kemunculan hotspot tersebut patut diwaspadai mengingkat saat ini NTT telah berada pada musim kemarau. Puncak kemarau akan terjadi pada September-Oktober mendatang.

Baca Juga :  Buang Sampah Sembarangan di Kupang Kena Denda Rp50.000

Untuk itu, petugas telah melakukan antisipasi terhadap karhutla di kawasan taman nasional antara lain melakukan sosialisasi kepada masyaralat tentang pentingnya mencegah karhutla, membentuk masyarakat peduli api (MPA), patroli bersama MPA, pembuatan sekat bakar dan pemasangan papan himbauan dan papan peringatan.

“Kegiatan itu dalam rangka menekan pembakaran di lahan atau ladang masyarakat, kami juga melakukan kegiatan lomba desa bebas asap,” ujarnya.

Adapun data hotspot Lapan selama Januari sampai 26 Juli 2018 menyebutkan terdapat 83 hotspot di Sumba Timur. Dari jumlah itu, dua hotspot terpantau di kawasan Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, dan 81 lainnya di luar luar kawasan hutan. (mi/gma)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda