Home / Bisnis / Medah dan Gidion Bagi Bibit Ubi Ungu Gratis di Sumba Timur

Medah dan Gidion Bagi Bibit Ubi Ungu Gratis di Sumba Timur

Senator Drs. Ibrahim Agustinus Medah dan Bupati Sumba Timur Gidion Mbili Joera membagikan bibit ubi ungu gratis untuk masyarakat di Desa Kotakewango dan Desa Kemanggih Kecamatan Kahunga Eti, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (19/7/2016)
Senator Drs. Ibrahim Agustinus Medah dan Bupati Sumba Timur Gidion Mbili Joera membagikan bibit ubi ungu gratis untuk masyarakat di Desa Kotakewango dan Desa Kemanggih Kecamatan Kahunga Eti, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (19/7/2016)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Waingapu–Senator Drs. Ibrahim Agustinus Medah  bersama Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora membagikan bibit ubi ungu gratis kepada masyarakat di daerah itu, Jumat pekan lalu.

Pembagian bibit ubi ungu dilakukan di Desa Kotakewao dan Desa Kemanggih, Kecamatan Kahunga Eti Kabupaten.

Pembagaian bibit ubu ungu gratis itu dilakukan untuk membantu masyarakat yang lahan pertaniannya mengalami gagal panen akibat serangan hama belalang belum lama ini.

Di Balai Desa Kota Kewao, dihadapan ratusan petani, Iban Medah sapaan akrab Ibrahim Agustinus Medah mengatakan, setelah diberitakan media bahwa lahan pertanian masyarakat di Sumba Timur diserang hama belalang, pihaknya lalu menurunkan tim untuk memantau lahan pertanian masyarakat.

“Tim yang saya utus itu tidak hanya di satu lokasi tetapi di beberapa lokasi dan rupanya, hama belalang tidak menyerang tanaman ubi, termasuk ubi jalar. Maka saya berinisiatif untuk membantu masyarakat dengan membagikan bibit ubi ungu ini untuk ditanam sebagai alternatif bahan pakan. Target saya, untuk Sumba Timur kita bagikan 100.000 bibit ubi ungu,” katanya.

Medah yang dijuluki politisi ubi ungu itu mengatakan, ia sudah menyaiapkan 50 juta bibit ubi ungu untuk dibagikan gratis bagi masayarakat NTT.

Pusat pembibitan ubi ungu miliknya, selain ada di Noelbaki Kabupaten Kupang, di daratan Timor pihaknya sudah membuat pusat pembibitan di Kabupaten Belu, di daratan Flores sudah dibuat pusat pembibitan di Kabupaten Sikka dan Flores Timur, serta di daratan Sumba, dibuat pusat pembibitan di Kabupaten Sumba Timur, dan Rote Ndao.

Baca Juga :  'Ku Tak Bisa' Akhiri Pelatihan Wartawan Ekonomi Bali-Nusra

“Kita buat pusat pembibitan di setiap daratan agar memudahkan pendistribusian bibit ubi ungu ini kepada seluruh masyarakat NTT dan bisa menjangkau semua kabupaten di daratan masing-masing. Dan untuk Alor, dan Sabu Raijua dalam waktu dekat kita buka pusat pembibitannya, target kita akhir bulan Nopember 2016, seluruh masyarakat sudah mendapatkan bibit ubi ungu untuk ditanam,” jelas Medah.

Medah menjelaskan, komiditi ubi ungu ini selain sebagai alternatif bahan makanan untuk membangun ketahanan pangan, dan pakan ternak, juga memiliki nilai ekonomis yang sangat besar.

“Jika terjadi over produksi di masyarakat karena semua masyarakat NTT menanam ubi ungu, untuk pemasaran, jangan khawatir. Kita sudah bangun kesepakatan dan membuat MoU dengan dua perusahaan yang siap membeli hasil ubi ungu dari NTT, satu perusahaan setiap hari mampu membeli 30 ton dan satu perusahaan lagi siap membeli 50 ton per hari,” ujar Medah yang membuat para petani terpukau.

Dijelaskannya, dalam satu hektar lahan, dengan menggunakan metode penanaman yang ditemukan oleh DR. Zet Malelak yaitu ditanam dalam lubang dengan diameter 30 Cm, kedalaman 30-40 Cm dan jarak antar lubang 40 Cm maka bisa menanam sekitar 40.000 pohon.

“Setiap pohon setelah empat bulan dipanen, berat ubinya bisa mencapai 3-4 Kg, sehingga satu hektar lahan bisa mencapai 100 ton ubi ungu. Jika dijual dengan harga Rp 1.000 per kilogram saja, maka satu hektar bisa mendapatkan uang sebanyak Rp 100 juta. Ini nyata, bukan masih di awan-awan, karena saya sudah tanam, dan sudah panen di kebun kami di Noelbaki. Dan Sebaiknya dimulai dari pekarangan rumah kita masing-masing,” katanya.

Baca Juga :  Angkasa Pura I Gratiskan Tarif Pendaratan Dukung Komodo Travel Mart

Bupati Sumba Timur Gidion Mbili Joera mengaku kagum dengan inovansi yang dilakukan oleh Senator Ibrahim Agustinus Medah untuk mengembangkan ubi ungu bersama masyarakat sampai pada penyediaan pasar.
Saat itu juga, bupati Gidion menyatakan kesediaanya untuk membuat pusat pembibitan di Sumba Timur untuk memudahkan pendistribusian bibit ubi ungu kepada masyarakat. “Kami masyarakat Sumba Timur sangat berterimakasih kepada Bapak Senator Ibrahim Medah karena sejak dulu sudah memberikan perhatian kepada kami mulai penanaman rumput laut yang sekarang sudah dinikmati masyarakat dan sekarang dengan ubi ungu,” katanya.

Sekretaris Desa Kota Kowao, Ndawalu Mbuku yang menerima bantuan bibit ubi ungu gratis dari Senator Medah mengatakan akan mengerahkan seluruh masyarakat di desanya untuk menanam ubi ungu.

“Kami bersedia untuk menanam ubi ungu ini karena untuk jenis tanaman lain seperti padi dan jagung tidak bisa kami harap lagi karena serangan hama belalang. Tanaman ubi ungu ini sangat membantu kami para petani apalagi hanya empat bulan langsung dipanen,” katanya. (laurens leba tukan dari Sumba Timur)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda