Home / Politik / Medah Ajak Warga Pilih Gubernur dari Kalangan Petani

Medah Ajak Warga Pilih Gubernur dari Kalangan Petani

Ketua DPD Golkar NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah (keempat dari kiri) pose bersama Ketua Golkar Sumba Tengah Umbu Sappi Pateduk, Ketua Golkar Sumba Barat Daniel Bili, Ketua Golkar Sumba Barat Daya, Gerson Tanggu Dedo, Ketua Wantim Golkar NTT Felix Pullu, SH, Sekretaris DPD Golkar NTT Thomas Tiba Owa, S.Ag, Ketua Terdemisioner Golkar Sumba Barat Yulianus Pote Leba dan Ketua Terdemisioner Golkar Sumba Tengah martehn Ngadu Oly di Aula Hotel Monalisa, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Senin (5/11/2016)/Foto: Lorens Leba Tukan
Ketua DPD Golkar NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah (keempat dari kiri) pose bersama Ketua Golkar Sumba Tengah Umbu Sappi Pateduk, Ketua Golkar Sumba Barat Daniel Bili, Ketua Golkar Sumba Barat Daya, Gerson Tanggu Dedo, Ketua Wantim Golkar NTT Felix Pullu, SH, Sekretaris DPD Golkar NTT Thomas Tiba Owa, S.Ag, Ketua Terdemisioner Golkar Sumba Barat Yulianus Pote Leba dan Ketua Terdemisioner Golkar Sumba Tengah martehn Ngadu Oly di Aula Hotel Monalisa, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Senin (5/11/2016)/Foto: Lorens Leba Tukan

Bagikan Halaman ini

Share Button

Waikabubak–Senator Ibrahim Medah mengajak semua kalangan di Nusa Tenggara Timur memilih gubernur dari kalangan petani.

Pasalnya hanya petani yang mengerti tentang pertanian, yang menjadi penyebab utama kemiskinan di daerah itu.

“Saat ini saya selain sebagai senator, saya juga sebagai seorang petani. Kebun saya ada di Noelbaki sekitar 10 hektar dan di Rote ada sekitar 100 hektar. Saya merasakan betul bagaimana sulitnya para petani terkendala air dan sulitnya mengolah lahan pertanian. Oleh karena itu, saya mengajak semua elemen politik dari berbagai partai politik dan juga seluruh kader Golkar harus membuat NTT ini keluar dari kemiskinan,” ujarnya, Senin (5/12) lalu.

Medah mengatakan itu ketika berpidato pada Pembukaan Musda Golkar Kabupaten Sumba Tengah, beberapa hari lalu

Baca Juga :  Medah: NTT Miskin Karena Sektor Pertanian Belum Dikelola Maksimal

“Akar persoalan yang menyebabkan kemiskinan di NTT selama ini lantaran sektor pertanian yang tidak terurus dengan baik oleh pemerintah,” tandasnya.

Sebagai seorang petani, Medah mengaku mampu mengatasi mengatasi masalah kekurangan air, juga lahan pertanian, dan pemasaran hasil pertanian.

“Jangan pilih gubernur yang pakai jas, pake dasi ketawa-ketawa pasang poster dan baliho di mana-mana tetapi tidak mengerti masalah pertanian. Saya menghayati benar bagaimana kesulitan petani,” ujarnya.

Medah mengatakan untuk memberantas kemiskinan di NTT, maka aspek utama yang harus diurus adalah sektor pertanian karena 70 persen hidup dari sektor pertanian.

“Karena mayoritas rakyat NTT adalah petani dan masih miskin, maka sektor pertanian belum berhasil. Apa yang menyebabkan mayoritas masyarakat NTT yang petani ini tidak maju, yang pertama soal air dan kedua soal lahan pertanian yang diolah,” katanya.

Baca Juga :  Calon Wali Kota Niko Frans Butuh Wakil Perempuan

Mantan Bupati Kupang dua periode itu menjelaskan, data statistik menempatkan Provinsi NTT berada pada urutan 32 provinsi termiskin di Indonesia.

Bahkan, berdasrkan hasil evaluasi badan-badan nasional menunjukan bahwa IPM NTT juga berada di nomor 32 dari 34 Provinsi di NTT.

“IPM ini terdiri dari kesehatan, pendidikan dan daya beli. Terkait daya beli, korelasinya dengan pendapatan per kapita dan NTT hanya berada di angka tujuh jutaan, sedangkan secara nasional sudah mencapai diatas Rp34 juta. Jika kita tidak serius membangun NTT maka NTT masih akan tetap seperti sekarang. (lorens leba tukan)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda