Home / Nasional / Matahari akan Terbit dari Barat Bumi?

Matahari akan Terbit dari Barat Bumi?

matahari

Bagikan Halaman ini

Share Button

JAKARTA–LINTASNTT.COM: Mungkinkah matahari terbit dari barat dan tenggelam di timur? Para pakar astronomi menyatakan bahwa semua planet di alam semesta akan mengalami hal yang sama, setidaknya satu kali, termasuk Bumi.

Para ahli menduga ada beberapa skenario terkait berubahnya arah terbit matahari di Bumi. Skenario apa saja? Sebagian dari kita mungkin kerap mendengar kalimat ini bahwa Bumi akan kiamat jika matahari terbit dari sebelah barat dan tenggelam di sisi timur.

Sebagian lain menyangkalnya karena secara kodratiah matahari selalu terbit dari timur, bukan barat. Namun, semua itu kini bisa dibuktikan secara ilmiah.

Pasalnya, peristiwa yang akan terjadi terhadap Bumi ternyata telah dialami beberapa planet, seperti Mars, telah mengalami peristiwa matahari terbit dari timur dan tenggelam di ufuk barat.

Baca Juga :  RUU SDA Perkuat Kewenangan Negara Atas Sumber Daya Air

Ketika itu, imuwan astronomi menyatakan bahwa kecepatan Mars dalam lintasan orbitnya telah berkurang terhadap orbit timur hingga ke tingkat yang meragukan geraknya antara timur dan barat.

Pada Rabu, 30 Juli 2004, diperkirakan bahwa pergerakan Mars berhenti bergerak dari arah timur. Kemudian pada Agustus dan September 2004, Mars mengubah pergerakan orbitnya ke arah yang berlawanan, menjadi dari barat ke timur. Fenomena yang aneh itu disebut retrograde motion.

Para ahli menduga beberapa skenario terkait berubahnya arah terbit matahari di Bumi. Skenario pertama, rotasi Bumi akan melambat sedemikian rupa sampai suatu ketika akan sama dengan revolusi bulan mengitari Bumi.

Saat itu, satu hari akan setara dengan 29 sampai 30 hari sehingga ada sisi Bumi yang mengalami malam selama sebulan dan sisi lain siang hari. Kondisi ini diperkirakan terjadi minimal 261 abad lagi atau 26.100 tahun mendatang.

Baca Juga :  Pesta Rakyat Pelantikan Jokowi-JK Pecahkan 3 Rekor Dunia

Skenario kedua, pergerakan Bumi akan terus melambat sampai akhirnya rotasi Bumi sama dengan revolusi Bumi mengitari matahari. Akibatnya, ada wilayah yang mengalami setahun siang dan setahun malam.

Ketika itu, Bumi sudah tidak akan bisa lagi dihuni makhluk hidup. Peristiwa ini diperkirakan terjadi minimal 95 abad lagi. Namun, semua pergerakan di alam semesta tidak ada yang bisa diprediksi secara pasti karena terlalu banyak variabel yang tidak terduga.

Meski demikian terbitnya matahari dari arah barat Bumi akhirnya bisa dijelaskan karena sudah terjadi pada beberapa planet dalam sistem tata surya kita sendiri. Soal kiamat, biarlah Tuhan yang menentukan. (Sumber: Metrotvnews.com)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda