Home / Politik / Mantan Dirut Bank NTT Daftar Cagub ke Hanura

Mantan Dirut Bank NTT Daftar Cagub ke Hanura

Daniel Tagu Dedo/Foto: Lintasntt.com
Daniel Tagu Dedo/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) 2009-2016 Daniel Tagu dedo mendaftar sebagai bakal calon gubernur (cagub) ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Hanura NTT.

‘Saya bakal calon gubernur ke-10 yang mendaftar ke Hanura sekaligus yang terakhir karena setelah mendaftar, Hanura langsung menutup pendaftaran. Hanura juga nomor 10 sehingga mudah-mudahan beruntung,” kata Daniel kepada wartawan, Jumat (18/8) malam seusai menyerahkan berkas pendaftaran di partai tersebut.

Sebelumnya pemegang kartu tanda anggota (KTA) PDIP sejak 1999 itu mendaftar sebagai bakal calon gubernur ke DPD DPIP NTT. Dia mengatakan ada peluang koalisi antara PDIP dan Hanura di pemilihan gubernur 2018. Jika terjadi koalisi, akan mengulang kesuksesan koalisi PDIP-Hanura di pilgub 2013 yang ketika itu dimenangkan pasangan Frans Lebu Raya-Benny Litelnoni.

Daniel tiba di Kantor DPD Hanura Raja Amfoang Robby Manoh yang juga ketua tim pemenangan, dan diterima Ketua DPD Hanura NTT Jimmy Sianto bersama pengurus dan anggota DPRD NTT dari Partai Hanura.

Ekonom yang pernah berkarir di Bank Bukopin selama 16 tahun ini mengatakan tekadnya maju calon gubernur dilandasi keyakinan yang kuat membangun Nusa Tenggara Timur. “Saya sudah mengelilingi NTT sampai pelosok dan melihat bahwa potensi NTT luar biasa besar. Mereka yang bilang NTT miskin itu karena mungkin belum menemukan cara yang tepat dalam tata kelola potensi ekonomi yang ada,” tandasnya.

Baca Juga :  Hadapi Pemilu, PDIP Latih 470.000 Saksi

Karena itu, Dia ingin meletakan fondasi pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat untuk NTT melangkah dalam 20-50 tahun ke depan. “Prediksi saya 10 tahun ke depan akan terjadi perubahan di bidang ekonomi, industri dan kehidupan masyarakat di dunia dan juga indonesia,” ujarnya.

Selama menjabat direktur utama Bank NTT, Daniel membangun 146 kantor di kecamatan yang diberi nama unit simpan pinjam desa (USPD). Dia mengelilingi kantor-kantor tersebut dan menyaksikan kehidupan masyarakat kekurangan di tengah sumber daya alam yang melimpah.

Bagi Daniel, siapa pun yang menjadi pemimpin di NTT, bukan tempat yang nyaman lantaran prosentasi kemiskinan masih 21,85 persen yang berarti satu juta lebih warga hidup di bawah garis kemiskinan. “Di situlah hati saya berteriak bahwa harus ada satu langkah yang lebih cepat untuk mengatasi ini. Salah satunya kekuasaan harus di tangan untuk melakukan perubahan drastis dan revolusioner,” kata Dia.

Baca Juga :  Dukung Prabowo, Rachmawati Soekarnoputri Dipecat dari Nasdem

Salah satu visinya ialah menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya dengan cara sistematis, terukur, dan massif untuk mencegah pengangguran dan perdagangan manusia (human trafficking). “Human Trafficking itu terjadi karena kekurangan lapangan kerja. Akhirnya tenaga kerja kita dibuat sewenang-wenang oleh broker pencari kerja,” katanya.

Salah satu terobosan yang dilakukan mantan pimpinan Bank Bukopin Bali dan Solo itu ialah memberikan kredit sangat mikro antara Rp1 juta sampai Rp2 juta tanpa agunan kepada 12.000 warga. Hasilnya tidak ada kredit macet. Bank NTT ketika itu juga membina 104 kelompok rumput laut, ternak dan pertanian terpadu.

Selama tujuh tahun menjabat dirut Bank NTT, berhasil menyetor ke rekening kas daerah sebanyak Rp1,6 triliun dan menambah pajak penghasilan ke daerah rata rata Rp90 miliar-Rp120 miliar per tahun. “Saya jalani panggilan ini. Mudah-mudahan hati rakyat NTT tertarik memilih Daniel yang sudah pernah sedikit berbuat untuk NTT,” ujarnya. (sumber: mi/palce)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda