Home / Nasional / Luas Tanam Padi di NTT Baru Mencapai 43%

Luas Tanam Padi di NTT Baru Mencapai 43%

Ilustrasi: Petani mencabut bibit padi di tempat persemaian di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang beberapa waktu lalu. Foto: Gamaliel
Ilustrasi: Petani mencabut bibit padi di tempat persemaian di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang beberapa waktu lalu. Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Sebagian besar petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) terlambat menanam padi akibat masih kuatnya pengaruh El Nino.

Sampai akhir Januari 2016, areal tanam baru mencapai 26.000 hektare (ha) atau 43% atau 98.057 ha dari total areal tanam 229.618 ha. Periode menanam petani NTT mulai Oktober 2015-Maret 2016.

Jika hujan turun normal, prosentase areal tanam padi sampai Januari seharusnya sudah mendekati 100%. “Kami mengharapkan periode Februari-Maret curah hujan kembali sehingga areal persawahan dapat diolah,” kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT Miqdont seperti diberitakan Media Indonesia, Sabtu (30/1).

Jika pengaruh el nino tetap kuat, ia khawatir produksi gabah berkurang dan menimbulkan krisis pangan di masyarakat.

Baca Juga :  Sabu Raijua Akan Bangun Bandara Baru

Miqdont mengatakan pihaknya telah mengeluarkan permintaan tertulis kepada bupati dan wali kota menaruh perhatian serius terhadap kondisi ini. “Kami minta petani jangan menanam padi, tetapi menanam tanaman yang membutuhkan sedikit air,” ujarnya.

Dinas Pertanian merekomendasikan tanaman kacang hijau dan sayuran yang membutuhkan sedikit air daripada menanam padi. Saat ini pemerintah sudah menyediakan cadangan benih padi, jagung, dan kacang hijau guna mengantisipasi terjadinya gagal tanam padi.

Menurutnya selama satu pekan terakhir, sejumlah wilayah di NTT mulai diguyur hujan namun dengan intensitas rendah dan berlangsung singkat.

Satu-satunya pegangan petani ialah menggunakan air dari mata air dan sumur bor dengan debit yang terus berkurang. Seperti di Persawahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Petani di persawahan ini sudah menanam padi menggunakan air dari mata air setempat. (sumber: mi/palce)

Baca Juga :  NTT Masih Krisis Air, 60.000 Ha Sawah Belum Ditanami

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda